Wisata Banyubiru Akan Disulap Jadi Destinasi Modern, Pemkab Pasuruan Ajukan Anggaran Rp 40 Miliar ke Pusat
PASURUAN, Suarabangilmedia.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan kembali menggulirkan rencana besar untuk mengembangkan kawasan wisata alam Banyubiru di Kecamatan Winongan. Setelah konsep wisata halal urung direalisasikan, pemerintah daerah kini menyiapkan langkah baru: menjadikan Banyubiru sebagai destinasi wisata modern terpadu.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, mengatakan pihaknya telah mengajukan usulan pendanaan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) senilai Rp 30–40 miliar. Dana tersebut diharapkan menjadi sumber utama untuk proses revitalisasi besar-besaran kawasan wisata yang sudah menjadi ikon Kabupaten Pasuruan itu.
“Kami sudah ajukan ke pusat karena kebutuhan dan skalanya cukup besar. Harapannya, tahun depan usulan ini disetujui sehingga pembangunan fisiknya bisa segera dimulai,” ujar Agus, Senin (13/10).
Sembari menunggu keputusan dari pemerintah pusat, Dinas Pariwisata juga menyiapkan anggaran Rp 1,5 miliar pada 2025 untuk menyusun Detail Engineering Design (DED). Dokumen tersebut akan menjadi acuan utama pembangunan fisik Banyubiru ke depan.
“Kalau DED-nya sudah selesai, pembangunan bisa langsung dijalankan. Kami ingin penataannya benar-benar matang, bukan sekadar tambal sulam,” tegasnya.
Agus menjelaskan, arah pengembangan Banyubiru kali ini berbeda dari konsep sebelumnya. Jika dulu wisata ini lebih menonjolkan kolam renang alami, ke depan kawasan ini akan dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu dengan berbagai atraksi dan fasilitas penunjang.
“Semua lahan akan dioptimalkan. Nantinya akan ada atraksi wisata, wahana keluarga, hingga spot olahraga air. Kami ingin Banyubiru menjadi destinasi modern yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah,” paparnya.
Saat ini, kontribusi Banyubiru terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan masih tergolong kecil, yakni sekitar Rp 700–800 juta per tahun. Menurut Agus, angka tersebut jauh dari potensi sebenarnya.
“Kalau dikelola secara profesional dan terpadu, kontribusi Banyubiru terhadap PAD bisa meningkat signifikan. Potensinya besar sekali,” tandasnya. (*)