Mas Rusdi Apresiasi Program Loka Modal, Dorong UMKM Pasuruan Naik Kelas
Pasuruan, Suarabangilmedia.com — Bupati Pasuruan, Mas Rusdi Sutejo, memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI yang telah menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai tuan rumah Roadshow Program Lokomotif Akses Permodalan (Loka Modal) 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Selasa (4/11/2025), dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, bersama Deputi Bidang Usaha Mikro, Riza Adha Damanik.
Dalam sambutannya, Mas Rusdi menegaskan bahwa hadirnya Loka Modal menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan sektor ekonomi kerakyatan di daerah. Program ini dinilai mampu membuka jalan baru bagi pelaku UMKM di Kabupaten Pasuruan agar lebih mudah mengakses permodalan di luar skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian UMKM. Program Loka Modal ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pembiayaan. Ini langkah konkret untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Mas Rusdi.
Bupati Pasuruan juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Menurutnya, bantuan modal, literasi keuangan, dan pendampingan usaha yang disediakan melalui Loka Modal akan menjadi fondasi penting agar UMKM bisa naik kelas dan mandiri.
“Saya berharap semua pelaku UMKM di Pasuruan aktif belajar dan mengikuti setiap program pemerintah. Jangan hanya berhenti di bantuan modal, tapi harus berani berkembang, inovatif, dan menjaga kualitas produk,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menjelaskan bahwa Loka Modal merupakan program pembiayaan alternatif di luar KUR yang digagas pemerintah melalui kolaborasi dengan Baznas, Pegadaian, PNM, serta Bank Himbara dan bank swasta nasional. Program ini juga menghadirkan berbagai skema pembiayaan baru seperti Purchasing Order Financing, Intellectual Property Financing, hingga Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) sebagai agunan.
Helvi menambahkan, tujuan utama program ini adalah memperluas akses pembiayaan sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan usaha agar pelaku UMKM bisa lebih tangguh.
“Kami ingin pelaku usaha mikro tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga pendampingan dan jejaring bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Kementerian UMKM, hingga awal November 2025, penyaluran KUR nasional telah mencapai Rp 37,5 triliun dengan total 713 ribu penerima. Dari jumlah itu, 23 ribu UMKM di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan telah memperoleh akses pembiayaan senilai Rp 1,2 triliun.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, Mas Rusdi optimistis sektor UMKM Pasuruan akan semakin kuat dan menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar mereka bisa bertumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi Pasuruan,” pungkasnya. (*)