23 Jip Wisata Bromo Jalani Ramp Check, Enam Dinyatakan Tak Layak Jalan
TOSARI, Suarabangilmedia.com — Pemerintah Kabupaten Pasuruan memperketat pengawasan terhadap armada wisata, khususnya jip Gunung Bromo, guna memastikan kelayakan dan keselamatan penumpang menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pada Selasa (18/11), tim gabungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan dan Satlantas Polres Pasuruan menggelar ramp check di rest area Kecamatan Tosari. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi potensi kecelakaan yang kerap meningkat saat musim kunjungan wisata.
Sebanyak 23 kendaraan mengikuti pemeriksaan tersebut. Dari jumlah itu, 17 unit dinyatakan laik jalan, sementara enam lainnya dianggap tidak memenuhi standar keselamatan. “Ada belasan kendaraan yang memenuhi kelayakan,” ujar Kabid Angkutan Dishub Kabupaten Pasuruan, Susetyo Dimas.
Pemeriksaan meliputi aspek administratif hingga teknis, mulai dari kelengkapan surat kendaraan, kondisi sistem pengereman, fungsi penerangan, hingga keberadaan perlengkapan darurat seperti segitiga pengaman. Lima hingga enam temuan mayor ditemukan pada kendaraan yang tidak lolos.
Menurut Susetyo, sejumlah kendaraan dinyatakan tidak layak akibat rem parkir yang tidak berfungsi optimal, lampu penerangan mati, hingga minimnya peralatan keselamatan wajib. Temuan ini dinilai berpotensi membahayakan wisatawan, terutama pada jalur menanjak dan berkelok menuju kawasan Bromo.
Kendaraan yang memenuhi syarat diberikan stiker sebagai tanda laik jalan. Sementara itu, armada yang tidak lolos pemeriksaan mendapatkan teguran dan diminta segera melakukan perbaikan sebelum kembali beroperasi mengangkut wisatawan.
Pengawasan kendaraan wisata, imbuh Susetyo, akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan keamanan transportasi di kawasan Bromo tetap terjaga, terutama pada periode kunjungan tinggi di akhir tahun. (*)