Kunjungan Museum Cunggrang Terus Meningkat, Pelajar Dominasi Wisata Edukasi di Pandaan
Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Museum Cunggrang di Kecamatan Pandaan terus menunjukkan eksistensinya sebagai destinasi wisata edukasi. Sejak mulai beroperasi pada Juli 2019, museum milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan tersebut nyaris tidak pernah sepi pengunjung.
Setiap hari, pengunjung datang silih berganti, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dan wisatawan. Museum yang berlokasi di kompleks Pasar Wisata Cheng Hoo, Kelurahan Petungasri, ini menjadi rujukan pembelajaran sejarah sekaligus wisata budaya.
Dalam tiga bulan terakhir, tren kunjungan ke Museum Cunggrang tercatat meningkat signifikan. Koordinator sekaligus Kurator Museum Cunggrang, Anang Hindarto, menyebut lonjakan pengunjung bahkan mencapai dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.
“Tren pengunjung mengalami peningkatan cukup tajam. Pada Oktober dan November jumlahnya sekitar 400 orang, mayoritas pelajar. Sementara hingga Desember ini sudah mencapai 369 pengunjung dan juga didominasi pelajar,” jelas Anang.
Ia menambahkan, pengunjung dari kalangan pelajar sebagian besar berasal dari wilayah Pasuruan dan sekitarnya. Museum ini kerap menjadi tujuan kunjungan belajar bagi sekolah-sekolah yang ingin mengenalkan sejarah dan budaya lokal secara langsung.
Sementara itu, pengunjung dari kalangan masyarakat umum dan wisatawan datang dari berbagai daerah. Mulai Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, hingga Jakarta. Bahkan, Museum Cunggrang juga pernah menerima kunjungan wisatawan mancanegara, di antaranya dari Italia dan Malaysia.
Anang menegaskan, seluruh pengunjung dapat menikmati museum tanpa dipungut biaya. Mereka bebas berkeliling dan melihat ratusan koleksi yang tersimpan di dalam museum.
Saat ini, Museum Cunggrang memiliki 316 koleksi benda bersejarah. Koleksi tersebut meliputi arca, replika peninggalan sejarah, gerabah, keramik, umpak, diorama, serta berbagai artefak lain yang merepresentasikan kekayaan sejarah Kabupaten Pasuruan. (*)