Kartini dari Sukorejo: Sri Hariyati, S.Pd., Guru Perempuan MA Al Hikmaturrohmaniyah yang Sukses Mengantarkan Atlet Pelajar ke Level Provinsi
PASURUAN – Di sudut Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, ada seorang perempuan kelahiran Malang, 18 Januari 1970, yang membuktikan bahwa guru madrasah tidak hanya hebat di dalam kelas. Namanya Sri Hariyati, S.Pd. , guru olahraga di MA Al Hikmaturrohmaniyah Sukorejo, yang dengan kesabaran dan kerja keras telah mengubah nama madrasahnya menjadi langganan juara di berbagai event olahraga, terutama lari dan bola voli.
Di momen Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, kisah Bu Sri Hariyati—sapaan akrabnya—menjadi teladan nyata bagaimana seorang perempuan bisa menjadi motor penggerak prestasi, pemimpin di lapangan, sekaligus “ibu” bagi puluhan siswa-siswinya.
Dengan fasilitas yang serba terbatas, Bu Sri Hariyati tidak pernah menjadikan itu sebagai alasan. Bermodalkan semangat Kartini yang pantang menyerah, ia membimbing siswa-siswi MA Al Hikmaturrohmaniyah untuk berlari kencang dan memukul bola voli dengan keras, hingga sukses menembus berbagai event bergengsi.
Event-event tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI , Dinas Pendidikan, KONI, serta berbagai instansi olahraga lainnya, mulai dari tingkat Kabupaten Pasuruan hingga tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Saya tidak pernah membedakan siswa laki-laki dan perempuan. Saya latih mereka sama keras. Justru saya sering bilang ke siswi saya, ‘Kartini dulu berjuang dengan pena. Kalian sekarang berjuang dengan sepatu lari dan bola voli. Buktikan bahwa perempuan Sukorejo juga bisa bersaing sampai Provinsi!'” ujar Bu Sri Hariyati dengan penuh semangat saat ditemui di sela-sela latihan sore di lapangan madrasah.
Sebagai seorang guru perempuan di lingkungan madrasah yang notabene masih banyak tantangan, Bu Sri Hariyati harus ekstra sabar. Tidak semua orang tua awalnya mengizinkan anak perempuannya berlari dan bermain voli dengan intens. Namun dengan pendekatan keagamaan dan bukti prestasi, Bu Sri Hariyati perlahan memenangkan hati para wali murid.
“Awalnya banyak ibu-ibu yang khawatir anak perempuannya main voli. Saya jelaskan bahwa olahraga itu sunnah, menjaga tubuh sehat untuk ibadah. Saya juga tunjukkan bahwa anak-anak mereka tetap menjaga aurat dan shalat tepat waktu. Alhamdulillah, setelah lihat prestasi, mereka sekarang malah mendaftarkan anaknya ke saya,” kenang Bu Sri Hariyati sambil tersenyum.
Kepala MA Al Hikmaturrohmaniyah Sukorejo mengakui bahwa Bu Sri Hariyati adalah aset berharga madrasah.
“Di setiap rapat, nama madrasah kami selalu disebut karena prestasi olahraga. Itu semua berkat Bu Sri Hariyati. Beliau adalah Kartini modern yang mengajarkan bahwa perempuan tidak hanya bisa mengajar, tetapi juga bisa melahirkan juara. Dari tingkat kabupaten hingga provinsi, anak-anak asuh Bu Sri Hariyati selalu diperhitungkan,” ujar Kepala Madrasah dengan bangga.
Di peringatan Hari Kartini tahun ini, suasana berbeda terasa di MA Al Hikmaturrohmaniyah. Para siswa, terutama siswi, mengenakan pakaian khas Kartini dan menggelar doa bersama. Namun yang paling istimewa, mereka memberikan kejutan kepada Bu Sri Hariyati: sebuah plakat kecil bertuliskan “Kartini dari Sukorejo”.
Di usianya yang ke-54 tahun, Sri Hariyati tidak berencana berhenti. Ia bermimpi suatu saat nanti, salah satu anak didiknya dari MA Al Hikmaturrohmaniyah Sukorejo bisa menembus Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jawa Timur, bahkan tingkat nasional. (*)