Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Peran Strategis KKG sebagai Jantung Peningkatan Mutu Madrasah: Klik Kanan Pasuruan Hadirkan FGD CP Kajian dengan 4 Pilar Aksi

0
WhatsApp Image 2026-04-21 at 17.29.18

Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Dalam upaya mendongkrak mutu pendidikan madrasah, Kelompok Kerja Guru (KKG) dinilai memiliki peran strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan, KKG disebut sebagai jantung peningkatan mutu madrasah. Hal ini menjadi salah satu tema sentral dalam Focus Group Discussion (FGD) Calon Peserta (CP) Kajian yang digelar oleh Klik Kanan Pasuruan.

Mengacu pada konsep 4 Reaktor Strategis KKG yang telah diperkenalkan sebelumnya, FGD kali ini memperdalam empat alasan utama mengapa KKG begitu strategis, sekaligus merumuskan pilar aksi nyata bagi peningkatan kualitas guru dan pembelajaran di madrasah.

KKG berfungsi sebagai wadah untuk terus memotivasi guru agar dedikasi dan semangat mengajar tetap terjaga. Di tengah berbagai tantangan di madrasah, mulai dari beban administratif hingga dinamika siswa, KKG hadir sebagai ruang kolektif untuk mengisi ulang energi dan spiritualitas para pendidik.

Tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman mengajar yang itu-itu saja. KKG membuka cakrawala guru terhadap berbagai metode dan sumber belajar baru di luar lingkungan rutin mereka. Wawasan yang luas akan melahirkan pembelajaran yang kreatif dan tidak membosankan.

KKG menjadi pusat pengembangan keterampilan mengajar agar guru selalu relevan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan terkini. Di era yang terus berubah, kompetensi guru bukanlah sesuatu yang statis, melainkan harus terus dinaikkan levelnya.

Guru dituntut untuk cepat beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan siswa yang dinamis. KKG mengasah kepekaan para pendidik agar tidak gagap menghadapi transformasi digital, perubahan kurikulum, serta karakter generasi baru yang semakin kritis.

Salah satu output yang menjadi prioritas dalam diskusi ini adalah peningkatan Literasi dan Numerasi (Litnum). Menyadari fakta rendahnya hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di sejumlah madrasah, KKG didorong untuk mengadakan workshop khusus bagi guru kelas fase B dan C. Tujuannya jelas: meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan siswa, bukan sekadar keterampilan teknis mengerjakan soal.

Selain itu, asesmen formatif yang berkualitas juga menjadi sorotan. Guru perlu dilatih menyajikan soal-soal asesmen yang menuntut kemampuan literasi tinggi, bukan sekadar menguji hafalan atau kemampuan mengerjakan soal secara mekanis.

KKG harus memberikan rekomendasi program pembelajaran yang tertata rapi, minimal untuk satu tahun ajaran ke depan. Rekomendasi ini menjadi pondasi kebijakan lembaga dalam menyusun program kerja yang terukur dan berkelanjutan.

Selama ini, banyak proses belajar mengajar (KBM) yang hanya berbasis jam masuk-pulang tanpa tujuan, media, dan metode yang jelas. KKG berperan sebagai katalisator untuk mengubah pola tersebut menjadi pembelajaran yang bermakna, terarah, dan berdampak pada siswa.

KKG juga bertanggung jawab menyelenggarakan kajian dan workshop untuk memastikan seluruh kegiatan pembelajaran selaras dengan kebutuhan dan keunggulan (visi) madrasah. Tanpa penyelarasan ini, program-program yang dijalankan berpotensi berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang sama.

Sebagai penutup diskusi, para peserta FGD sepakat perlunya reorientasi awal tahun ajaran. KKG diharapkan mampu melakukan penyeragaman visi bagi guru, siswa, dan wali murid. Dengan begitu, proses pembelajaran dimulai dengan makna dan daya tarik yang kuat, bukan sekadar rutinitas tahunan tanpa semangat baru.

“KKG tidak boleh berhenti pada pertemuan rutin yang monoton. KKG adalah jantungnya peningkatan mutu madrasah. Kalau jantungnya berdetak kuat, maka seluruh sistem pembelajaran akan bergerak. Inilah yang coba kami bangun melalui FGD CP Kajian ini,” ujar perwakilan tim kreatif Klik Kanan Pasuruan. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami