Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Bupati Pasuruan Hadiri Rakornas Kementan, Antisipasi Kemarau Panjang Jadi Prioritas Utama

0
Untitled

PASURUANSuarabangilmedia.com. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026. Acara digelar di Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin, 20 April 2026.

Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran kepala daerah dari seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo. Kehadiran para bupati dan wali kota ini penting untuk membahas langkah mitigasi menghadapi fenomena iklim ekstrem yang mengancam ketahanan pangan nasional.

Dalam arahannya, Mentan Amran Sulaiman menegaskan target produksi beras nasional tahun 2026. Pemerintah membidik angka minimal 35,69 juta ton. Jumlah ini meningkat 1 juta ton dari capaian tahun sebelumnya. Tujuannya untuk memperkuat stok pangan nasional sekaligus memenuhi kebutuhan ekspor.

“Kita harus bergerak cepat. Data BMKG memprediksi 64,5 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di bawah normal. Dan 57,2 persen wilayah akan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang. Kolaborasi dan penguatan infrastruktur air adalah kunci untuk mencegah gagal panen,” ujar Mentan Amran.

Apa saja langkah antisipasi yang disiapkan? Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, ada dua jalur utama.

Pertama, penguatan infrastruktur irigasi. Caranya dengan inventarisasi data melalui aplikasi SIPURI, rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), serta pembangunan bangunan konservasi air seperti embung dan dam parit di lokasi-lokasi strategis.

Kedua, manajemen budidaya tanaman. Ini mencakup penerapan jadwal tanam secara presisi di daerah irigasi dan rawa, sosialisasi penentuan pola tanam kepada kelompok tani, serta optimalisasi sistem informasi seperti Simotandi, Siscrop, dan KATAM.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran signifikan untuk intervensi sarana irigasi di berbagai wilayah kunci produksi pangan. Mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, hingga Papua Selatan. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga di tengah cuaca yang lebih kering dari biasanya.

Rakornas ini menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, dan para petani (P3A). Semua harus mengawal distribusi air irigasi secara efektif demi tercapainya swasembada pangan berkelanjutan tahun 2026.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami