Pemotor asal Lawang Malang Meninggal usai Menghantam Pohon di Purwodadi
Purwodadi | Suarabangilmedia.com – Defan Andhika Putra (25), seorang pemuda asal Jalan Hamid Rusdi, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, harus mengakhiri hidupnya dengan cara memilukan. Ia tewas usai mengendarai motor dan menghantam sebatang pohon peneduh di tepi jalan. Tragedi ini terjadi di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Insiden berlangsung pada Jumat (1/5) malam, sekitar pukul 21.45 WIB. Korban saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R dengan nomor polisi N 6473 BAM seorang diri. Perjalanan yang semula tenang itu berubah menjadi detik-detik terakhir bagi pemuda berusia 25 tahun tersebut.
Tepat di utara SPBU Sentul, konsentrasi korban diduga meredup. Dalam sunyinya malam, motor yang dikendarainya tiba-tiba selip dan oleng ke arah kiri. Tak ada waktu untuk menghindar. Sebuah benturan keras pun tak terelakkan.
Korban dan motornya menghantam pohon di bahu jalan. Suasana di lokasi kejadian seketika menjadi mencekam. Tubuh Defan tergeletak tak berdaya dengan luka memilukan di bagian hidung dan kaki.
Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, mengungkapkan kronologi kejadian ini. “Nahas, korban diduga kurang berhati-hati dan kehilangan fokus saat mengendarai motornya hingga terjadilah laka tunggal ini,” ungkapnya dengan nada prihatin. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden ini.
Dinginnya aspal malam itu menjadi tempat terakhir korban bernapas. Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras segera berdatangan ke lokasi. Namun, nyawa Defan sudah tidak dapat tertolong lagi.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tidak ditemukan tanda-tanda pengereman di aspal, mengindikasikan korban benar-benar kehilangan konsentrasi total. Dugaan sementara, korban mungkin mengantuk atau microsleep.
Jenazah Defan kemudian dievakuasi oleh petugas ke RSUD Bangil untuk dilakukan identifikasi dan visum. Korban meninggal dengan luka di bagian hidung dan kaki. Keluarga korban yang tiba di rumah sakit tak kuasa menahan kesedihan.
Kecelakaan tunggal ini menjadi peringatan bagi seluruh pengendara, terutama yang melintas di malam hari. Polisi mengimbau pengemudi untuk tidak memaksakan diri jika mengantuk. Istirahat yang cukup sebelum berkendara jarak jauh adalah kewajiban, bukan pilihan. (HS)