Cegah Narkotika, Pemkab Pasuruan & BNN Gelar Dialog Interaktif di Radio
Bangil | Suarabangilmedia.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memaksimalkan upaya preventif penyalahgunaan narkotika. Salah satunya dengan menggelar program edukasi dalam format talkshow bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan. Acara ini menjadi media sosialisasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Kegiatan berlangsung di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Pasuruan. Masyarakat dapat memantau melalui radio analog di frekuensi 107 FM atau live streaming di kanal YouTube LPPL Radio Suara Pasuruan. Dialog interaktif ini berlangsung dinamis dan gayeng selama kurang lebih satu jam.
Narasumber dalam acara ini adalah Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki. Fokus pembicaraan menyoal pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Semua elemen masyarakat harus terlibat dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika, baik secara individu maupun kelompok.
“Kasus narkotika di Kabupaten Pasuruan menyasar semua usia. Mulai anak-anak hingga orang tua, tanpa melihat gender. Artinya, kita harus berpikir cerdas sehingga tidak gampang terpengaruh narkotika, jika ingin hidupnya bahagia,” tandas Masduki. Peredaran narkoba tidak memandang usia atau status sosial.
Berdasarkan penelitian BNN bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) , penyalahgunaan narkotika begitu masif. Profil penggunanya banyak dijumpai pada individu berusia belia hingga 64 tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa tidak ada kelompok usia yang aman dari ancaman narkoba.
BNN Kabupaten Pasuruan mengoptimalkan beberapa langkah pencegahan melalui program edukasi dan pemantauan. Utamanya di lingkungan sekolah, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. “Di kalangan anak-anak, upaya pencegahan bersama harus digalakkan. Keluarga berperan penting untuk membekali karakter anaknya sebagai daya tangkal dari perilaku buruk di lingkungan luar,” ujar Masduki.
Masduki menitipkan pesan penting bahwa BNN tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan sinergi dari berbagai kalangan dan seluruh lapisan masyarakat. “Kita harus sadar dan menyelamatkan lingkungan kita dari penggunaan narkoba. Cepat atau lambat, pecandu bisa menularkan kecanduannya ke orang lain. Saling aware, berani bilang tidak pada narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, dalam agenda pelantikan KOPAN (Kelompok Pemuda Anti Narkoba) di Auditorium Mpu Sindok, Senin (4/5/2026) siang, menegaskan peran generasi muda. “Ini menjadi tugas kita bersama untuk memerangi narkoba, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Dan salah satu pihak yang berperan penting adalah para pemuda,” ujarnya.
Dengan dilantiknya anggota KOPAN, Bupati berharap mereka bisa langsung berkoordinasi dan membuat aksi nyata. “Saya berharap Panjenengan bisa langsung berkoordinasi, membuat rencana dan aksi kerja nyata yang berdampak pada semakin menurunnya kasus narkoba di daerah,” pungkasnya. Pencegahan narkoba adalah tanggung jawab kita semua. (HS)