KDMP Wonokerto Pasuruan Jadi Jujukan 6 Daerah di Jatim
Sukorejo | Suarabangilmedia.com – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tak hanya berhasil beroperasi, beberapa di antaranya bahkan menjadi rujukan bagi daerah lain di Jawa Timur. Salah satu yang paling menonjol adalah KDMP Wonokerto di Kecamatan Sukorejo.
Dalam dua pekan terakhir, enam kabupaten dari berbagai wilayah di Jawa Timur melakukan kunjungan lapang ke KDMP Wonokerto. Daerah-daerah tersebut meliputi Madiun, Nganjuk, Ponorogo, Mojokerto, Jombang, dan Magetan. Keenamnya tertarik menimba ilmu dari kesuksesan pengelolaan koperasi desa di Pasuruan.
Sebanyak 90 kepala desa dan pengurus KDMP dari Ponorogo, Jombang, dan Magetan mengikuti pelatihan tata kelola pemerintahan desa. Kegiatan berlangsung di Pendopo Desa Wonokerto pada Sabtu (23/5/2026). Pelatihan ini fokus pada pendampingan Koperasi Desa Merah Putih di Provinsi Jawa Timur tahun 2026.
Dalam pelatihan tersebut, Kepala Desa Wonokerto, Sugiono, didapuk menjadi pengajar. Ia menyampaikan materi berjudul “Peran Pemerintah Desa dalam Mendukung Koperasi Desa Merah Putih” . Pengalamannya menjadi bekal berharga bagi peserta.
Mariani Setyowati, Ketua Tim Kerja pelaksanaan kegiatan pelatihan tata kelola pemerintahan Balai Besar Pemerintahan Desa di Malang Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, menjelaskan alasan pemilihan KDMP Wonokerto.
“Kalau kita lihat proses pembelajaran, harusnya ada sesuatu yang bisa diambil dan dibawa pulang ketika kunjungan lapang. KDMP Wonokerto kami anggap sangat baik dalam pengelolaannya,” jelasnya. Penilaian ini menjadi bukti kualitas koperasi desa tersebut.
Kades Sugiono mengaku berterima kasih telah dipercaya menjadi jujukan kunjungan lapang KDMP dari luar Pasuruan. Baginya, kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi KDMP Wonokerto.
Menurut Sugiono, pengelolaan manajemen perkoperasian harus melibatkan ahli yang pakar di bidangnya. Mulai dari manajemen bisnis, keuangan, hingga pemasaran. “Intinya serahkan pada ahlinya. Bagaimana pemasarannya, pengelolaan tokonya sampai manajemen keuangannya,” singkatnya.
Kesuksesan KDMP Wonokerto diharapkan dapat menjadi contoh bagi koperasi desa lainnya. Dengan pengelolaan yang profesional, koperasi desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa. (HS)