Bobol Rumah Kosong di Pandaan, Pelaku Tak Ditahan, Ternyata
Pandaan | Suarabangilmedia.com โ Aksi pembobolan rumah kosong di Dusun Kemlandingan, Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, sempat menggemparkan warga setempat pada Senin malam (25/5/2026). Seorang penyusup nekat membongkar pintu depan dan menjarah masuk ke dalam rumah milik Yanuar (39) , warga Desa Legok, Kecamatan Gempol. Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.
Gerak-gerik mencurigakan pelaku ternyata terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah tersebut. Rumah yang menjadi sasaran empuk memang dalam kondisi kosong tanpa penghuni. Keadaan sepi ini diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Terduga pelaku tidak menyadari bahwa rumah tersebut telah dibentengi oleh sistem keamanan digital. Aksi pencurian ini pertama kali terendus oleh korban melalui aplikasi CCTV yang terhubung langsung ke ponsel pintarnya.
Menyadari ada pria asing yang berhasil merusak pintu depan dan menyelinap masuk, korban langsung bertindak cepat. Ia tidak menunggu polisi datang lebih dulu, tetapi langsung memburu pelaku dengan mendatangi lokasi kejadian.
Saat digerebek, terduga pelaku ditemukan sedang bersembunyi dengan posisi jongkok di area dapur. Pelaku tampak terkejut dan tidak sempat melarikan diri karena korban datang lebih cepat dari perkiraannya.
Khawatir terduga pelaku membawa senjata atau melakukan perlawanan, korban segera menghubungi Polsek Pandaan. Petugas kepolisian pun segera dilaporkan ke lokasi untuk mengamankan situasi.
Setelah polisi tiba, pelaku langsung diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan awal dan diketahui fakta mengejutkan, pelaku tidak ditahan.
Fakta apa yang membuat pelaku tidak ditahan? Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pelaku ternyata memiliki hubungan keluarga dengan korban. Selain itu, tidak ada barang berharga yang berhasil dibawa kabur.
Polisi memilih untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Korban pun diketahui tidak mempermasalahkan kejadian tersebut dan memilih untuk memaafkan. Kasus ini menjadi pelajaran tentang pentingnya sistem keamanan rumah. (HS)