June 3, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Sampah Pasuruan Berkurang, Pengurangan Naik dari 9% ke 22%

0
harus-dikelola-sampah-di-tpa-wonokerto-kecamatan-sukorejo-adanya-tumpukan-sampah-di-tempat-ini-diklaim-mulai-berkurang-foto-dok-jawa-pos-radar-bromo-QZi8l

Bangil | Suarabangilmedia.com – Jumlah timbunan sampah di Kabupaten Pasuruan tercatat mencapai 428.850 ton setiap tahunnya. Angka ini terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Namun di sisi lain, tingkat pengurangan sampah justru menunjukkan tren yang menggembirakan.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, angka pengurangan sampah berhasil dinaikkan dari 8,9 persen menjadi 22 persen. Capaian ini menjadi bukti bahwa upaya pengelolaan sampah di daerah mulai membuahkan hasil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis, mengungkapkan bahwa peningkatan ini bukan terjadi secara kebetulan. Menurutnya, penguatan pengolahan sampah dari hulu menjadi faktor penentu keberhasilan.

“Tidak bisa hanya mengandalkan TPA. Harus dimulai dari rumah tangga,” katanya. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena melibatkan partisipasi aktif warga sejak awal.

Dari total timbulan sampah yang ada, baru sekitar 63.855 ton atau 14,89 persen yang berhasil diolah melalui berbagai fasilitas pengolahan. Sisanya masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama.

Pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sistem pengelolaan dengan menambah fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Pada tahun 2020, jumlah unit TPS3R baru mencapai 45 unit.

Kini, fasilitas tersebut bertambah 18 unit baru yang tersebar di seluruh kecamatan. Penambahan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pengolahan sampah hingga ke tingkat desa.

Selain TPS3R, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) juga mulai dibangun di tingkat kecamatan. Langkah ini menjadi upaya untuk memperluas jangkauan pengolahan sampah di daerah.

Menurut Nur Kholis, sampah yang berhasil ditangani sebagian besar merupakan sampah anorganik. Sementara itu, sampah organik sudah mulai dipilah sejak dari rumah tangga. “Target kami terus naik setiap tahun,” ujarnya optimistis. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *