June 15, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Perkelahian Angkringan Ketapang Jadi Sorotan Hukum Pidana

0
1001569629

SIDOARJO | suarabangilmedia.com – Perkelahian Angkringan Ketapang menjadi perhatian publik setelah seorang pengunjung mengalami luka berat akibat bentrokan yang terjadi di sebuah warung angkringan di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Kasus tersebut kini dalam penanganan kepolisian yang sedang mendalami kronologi lengkap untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat malam, 17 April 2026, saat suasana angkringan yang berada di kawasan bekas exit tol Desa Ketapang sedang ramai oleh pengunjung. Awalnya, sejumlah warga dan pelanggan menikmati suasana santai seperti biasa. Namun situasi berubah tegang ketika terjadi perselisihan antara seorang pengunjung berinisial FD dengan pemilik usaha berinisial AN.

Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi, perdebatan yang semula hanya berupa adu mulut berkembang menjadi konflik terbuka. Salah satu saksi sekaligus pemilik angkringan berinisial AS atau yang akrab disapa Chacha mengungkapkan bahwa FD diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat berada di lokasi. β€œFD habis minum minuman keras. Saat situasi mulai memanas, saya memanggil petugas keamanan berinisial LK yang saat itu sedang beristirahat untuk membantu meredakan keadaan,” ujar Chacha.

Namun upaya untuk menenangkan suasana justru tidak berjalan sesuai harapan. Berdasarkan keterangan saksi, petugas keamanan LK malah menjadi sasaran serangan dari beberapa pengunjung yang diduga merupakan teman-teman FD. Akibatnya, keributan semakin sulit dikendalikan.

Bentrok kemudian meluas dan melibatkan lebih banyak orang. LK yang merasa kewalahan disebut berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju mobil setelah diduga dikeroyok oleh sejumlah pihak. Situasi semakin memanas ketika beberapa orang lain ikut terlibat dalam aksi saling pukul.
Suami AS yang berinisial FR mengakui dirinya turut terlibat dalam perkelahian tersebut. Menurut pengakuannya, tindakan itu dilakukan karena emosi melihat keributan yang terjadi di tempat usahanya.

β€œIya mas, saya dan beberapa orang juga ikut memukul FD dan teman-temannya karena sudah membuat keributan di sini,” ujar FR singkat.

Akibat insiden tersebut, seorang pengunjung mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan medis. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ketua JPKPN DPC Sidoarjo, Muhammad Akbar Ali, menegaskan bahwa dalam perkara pidana, aparat penegak hukum tidak hanya melihat siapa yang mengalami luka atau menjadi korban. Menurutnya, penyidik akan menelusuri secara menyeluruh siapa yang memulai konflik, melakukan provokasi, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam pengeroyokan.

β€œKorban luka belum tentu menjadi pihak yang benar. Jika terbukti melakukan provokasi, menyerang lebih dahulu, atau ikut melakukan kekerasan, seseorang tetap dapat diproses secara hukum,” tegas Akbar.

Ia menjelaskan bahwa penyelesaian perkara semacam ini harus didasarkan pada alat bukti, keterangan saksi, rekaman yang tersedia, serta hasil penyelidikan kepolisian. Oleh karena itu, seluruh pihak yang berada di lokasi saat kejadian berpotensi dimintai keterangan guna mengungkap fakta sebenarnya.

Polisi saat ini masih mendalami kronologi lengkap peristiwa tersebut. Dugaan konsumsi alkohol juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan penyidik karena dinilai dapat memengaruhi emosi dan perilaku para pihak yang terlibat.
Kasus perkelahian di angkringan Desa Ketapang ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar mengedepankan penyelesaian masalah secara damai dan menghindari tindakan main hakim sendiri. Penegakan hukum akan dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan selama proses penyelidikan berlangsung.

Poin Penting Perkara:
Polisi masih menyelidiki kronologi lengkap kejadian.
Korban luka belum tentu menjadi pihak yang benar secara hukum.
Dugaan konsumsi minuman keras menjadi perhatian penyidik.
Peran masing-masing pihak akan diperiksa secara mendalam.
Saksi dan alat bukti menjadi dasar utama penentuan hukum.
Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian belum menetapkan kesimpulan akhir terkait pihak yang paling bertanggung jawab dalam insiden tersebut. Bersambung (firman/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *