June 15, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Wabup Shobih di Jambore Perhutanan, Tinjau Kopi Purwodadi

0
Untitled

Madiun | Suarabangilmedia.com – Sebanyak ribuan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur memadati Alun-Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun. Mereka hadir dalam acara Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang temu tahunan para pegiat lingkungan dan petani hutan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi membuka acara tersebut. Beliau didampingi oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto. Turut hadir pula Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, bersama para kepala daerah lainnya.

Pukulan kentongan menandai dimulainya Jambore Perhutanan Sosial tahun ini. Tema yang diusung adalah “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”. Tema ini mencerminkan keseimbangan antara pelestarian alam dan kesejahteraan rakyat.

Peserta yang terlibat sangat beragam. Mulai dari Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga akademisi. Semua bersatu dalam semangat menjaga hutan.

Gubernur Khofifah dalam sambutannya menyoroti pentingnya pengolahan produk hasil hutan. “Petani hutan harus bisa mengolah dan menambah nilai produknya sendiri. Jangan hanya berhenti di produksi mentah,” tegasnya.

Menurut data yang dipaparkan, sekitar 62 persen produksi kopi di Jawa Timur berasal dari sektor perhutanan sosial. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya komoditas kopi bagi ekonomi daerah.

Jawa Timur sendiri merupakan provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia. Luasannya mencapai hampir 30 persen dari total luas nasional. Prestasi ini patut diapresiasi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak. Penghargaan diberikan atas kontribusi mereka dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, tidak menyia-nyiakan momen ini. Ia berkeliling meninjau berbagai stand pameran. Perhatian khusus diberikan kepada stand petani kopi asal Kecamatan Purwodadi. Wabup Shobih berbincang hangat dengan para petani mengenai potensi kopi lokal. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *