MUI – ICMI Lumajang Perkuat Kolaborasi Dorong Kebijakan Perlindungan Generasi Muda
LUMAJANG | suarabangilmedia.com — Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Lumajang melakukan silaturahmi dengan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Lumajang, Selasa (11/8/2026), bertempat di Kantor MUI Kabupaten Lumajang.
Silaturahmi yang dipimpin Ketua Umum ICMI Kabupaten Lumajang, dr. Aliyah, Sp.THT-KL, bersama jajaran pengurus tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara cendekiawan Muslim dan ulama dalam merespons berbagai persoalan sosial-keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai persoalan sosial yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah, termasuk isu kesehatan dan perilaku seksual berisiko serta dinamika yang berkembang terkait LGBT.
Kedua pihak menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif, edukatif, preventif, dan berbasis perlindungan masyarakat, terutama perlindungan anak dan generasi muda. Persoalan tersebut dinilai tidak cukup hanya disikapi secara moral, tetapi juga perlu mendapatkan perhatian dari aspek pendidikan, kesehatan, keluarga, sosial, hukum, dan kebijakan publik.
Ketua Umum ICMI Kabupaten Lumajang, dr. Aliyah, Sp.THT-KL, menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut memiliki agenda strategis, yakni mendorong adanya masukan konkret kepada pemerintah dalam penyusunan kebijakan yang dapat memberikan kepastian hukum, perlindungan masyarakat, serta pencegahan terhadap berbagai perilaku yang dinilai berdampak negatif bagi generasi muda.
Sementara itu, Ketua Umum DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Hanif, menyampaikan bahwa MUI memiliki perhatian terhadap penguatan kebijakan publik yang selaras dengan nilai agama, konstitusi, perlindungan masyarakat, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut Gus Hanif, hasil koordinasi DP MUI Korwil V Jawa Timur juga menempatkan persoalan LGBT sebagai salah satu isu yang perlu mendapatkan perhatian serius melalui pendekatan kebijakan.
“Di antara hasil pertemuan koordinasi DP MUI Korwil V Jawa Timur adalah mendorong agar fatwa MUI tentang LGBT dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan dan regulasi pemerintah, sehingga upaya pencegahan dan pembinaan masyarakat memiliki landasan hukum yang kuat,” ujar Gus Hanif.
Ia menambahkan, upaya tersebut perlu ditempuh melalui mekanisme konstitusional dan sesuai dengan sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain membahas persoalan sosial-keagamaan, pertemuan juga mendiskusikan pelaksanaan kegiatan karnaval dan berbagai perayaan masyarakat.
ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang berharap kegiatan karnaval dapat dikembangkan menjadi pawai yang menumbuhkan semangat perjuangan, nasionalisme, kreativitas, persatuan, dan kebangsaan, sekaligus tetap menghormati nilai agama, norma sosial, budaya, serta ketentuan peraturan yang berlaku.
Kegiatan perayaan kemerdekaan, menurut kedua pihak, semestinya menjadi ruang edukasi publik dan ekspresi kegembiraan masyarakat yang positif, bukan menjadi kegiatan yang berpotensi menimbulkan keresahan atau bersinggungan dengan norma agama dan ketertiban umum.
Sekretaris Umum DP MUI Kabupaten Lumajang, Gus Sarwadi, SH., MH., menilai silaturahmi antara ICMI dan MUI memiliki makna strategis dalam memperkuat peran ulama dan cendekiawan dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
“Sebagai wadah silaturahmi ulama, zuama dan cendekiawan Muslim sebagaimana amanat PD/PRT MUI, maka sangat tepat dan bermakna strategis langkah ICMI Kabupaten Lumajang bersilaturahmi dan sekaligus berkolaborasi dengan MUI Kabupaten Lumajang,” ujar Gus Sarwadi.
Menurutnya, kolaborasi antara ulama dan cendekiawan perlu diarahkan pada kerja-kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam bidang pembinaan keagamaan, pendidikan, kesehatan, ketahanan keluarga, perlindungan generasi muda, serta penguatan kebangsaan.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan untuk melakukan audiensi kepada Bupati Lumajang, Bunda Indah Masdar.
Audiensi tersebut akan menjadi ruang bagi ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang untuk menyampaikan berbagai masukan kepada pemerintah daerah sekaligus menawarkan kolaborasi dalam membantu menyelesaikan berbagai problematika umat dan persoalan sosial yang berkembang di Kabupaten Lumajang.
Kedua organisasi berharap komunikasi dan sinergi antara ulama, cendekiawan, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan dapat ditangani secara bijaksana, proporsional, berbasis data, sesuai hukum, serta mengedepankan pembinaan dan perlindungan masyarakat.
Silaturahmi ICMI dan MUI Kabupaten Lumajang tersebut menjadi penegasan bahwa ulama dan cendekiawan memiliki tanggung jawab bersama untuk menghadirkan solusi konstruktif bagi masyarakat, sekaligus ikut menjaga moralitas, ketahanan keluarga, persatuan, dan masa depan generasi muda. (red)