KJJT Indonesia Perkuat Profesionalisme Jurnalistik Periode 2026–2029
SURABAYA | suarabangilmedia.com – KJJT Indonesia memasuki periode kepengurusan 2026–2029 dengan dorongan untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan kompetensi anggota, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kerja jurnalistik. Momentum HUT ke-7 organisasi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan sekaligus menyusun langkah baru menghadapi perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi.
Dalam penyampaian pandangannya, Akbar menegaskan bahwa kecepatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan wartawan dalam menyampaikan informasi. Menurutnya, akurasi, etika, dan tanggung jawab harus tetap menjadi landasan utama setiap produk jurnalistik.
“Kecepatan dalam menyampaikan berita memang penting, tetapi akurasi, etika dan tanggung jawab jauh lebih penting. Kepercayaan masyarakat harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Tingkatkan Kompetensi Anggota
Akbar berharap KJJT Indonesia dapat terus berkembang sebagai wadah yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik. Ia menilai organisasi memiliki ruang besar untuk memperluas kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas wartawan.
Sejumlah kegiatan seperti pendidikan, pelatihan, diskusi jurnalistik, hingga program sosial diharapkan dapat terus dikembangkan. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan teknis anggota, tetapi juga mendorong wartawan memahami tanggung jawab profesinya ketika menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurut Akbar, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan industri media. Wartawan tidak cukup hanya mampu menulis berita, tetapi juga harus memahami proses verifikasi, keberimbangan, etika, serta perkembangan teknologi informasi.
Wartawan Dituntut Semakin Adaptif
Perubahan teknologi turut menghadirkan tantangan bagi organisasi profesi dan komunitas jurnalis. Masyarakat kini memperoleh informasi melalui berbagai platform digital dengan kecepatan yang semakin tinggi.
Kondisi tersebut menuntut wartawan untuk mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik. Akbar menilai kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting karena derasnya arus informasi dapat meningkatkan risiko penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Wartawan, lanjutnya, harus melakukan verifikasi sebelum menyampaikan informasi kepada publik. Selain itu, media perlu memberikan ruang yang proporsional kepada pihak-pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang dan tidak mengabaikan prinsip keberimbangan.
Penguatan Organisasi Periode 2026–2029
Akbar berharap periode kepengurusan 2026–2029 dapat menjadi fase penguatan KJJT Indonesia. Organisasi diharapkan mampu memperluas jaringan, membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder, meningkatkan kompetensi anggota, serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh anggota menjadikan KJJT Indonesia sebagai rumah bersama. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak bergantung pada satu atau dua orang, melainkan pada kekompakan seluruh pengurus dan anggota dalam menjalankan visi serta misi.
“Tidak mungkin saya bekerja sendiri. Semua membutuhkan kebersamaan pengurus dan anggota. Mari kita jaga marwah organisasi sesuai AD/ART dan membangun KJJT Indonesia secara bersama-sama,” tuturnya.
HUT Ke-7 Jadi Momentum Evaluasi
HUT ke-7 KJJT Indonesia tidak hanya menjadi catatan perjalanan organisasi selama tujuh tahun. Momentum tersebut juga menjadi titik awal untuk menyusun langkah baru dalam periode kepengurusan 2026–2029.
Akbar berharap keluarga besar KJJT Indonesia dapat mempertahankan persatuan sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, kepercayaan publik harus menjadi salah satu tujuan utama yang terus dijaga oleh setiap anggota.
Penguatan organisasi juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan internal. Kehadiran KJJT Indonesia perlu memberikan kontribusi positif melalui pemberitaan yang faktual, edukatif, berimbang, serta kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Semoga KJJT Indonesia semakin solid, profesional dan bermanfaat. Mari kita besarkan organisasi ini bersama-sama, menjaga marwahnya dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Dengan semangat memasuki periode 2026–2029, KJJT Indonesia diharapkan mampu menjawab tantangan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri jurnalistik. Profesionalisme, akurasi, etika, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting agar keberadaan organisasi serta para anggotanya terus mendapat kepercayaan publik. (Firman)