September 13, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

KUTT Suka Makmur Pasuruan Apresiasi Kinerja Mas Dar, Sebut Aturan Susu 80 Persen Segar Revolusi Kedaulatan Gizi Nasional

0
WhatsApp Image 2026-09-11 at 07.32.07

Pasuruan | Suarabangilmedia.com – Nama Evi Zainal Abidin erat kaitannya dengan perjuangan peternak susu lokal. Sebagai Ketua KUTT Suka Makmur Pasuruan sekaligus Sekretaris Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), ia konsisten menyuarakan kepentingan peternak di tengah dinamika industri persusuan nasional.

Kepada awak media Suara Bangil Media saat ditemui di KUTT Suka Makmur Grati, Pasuruan, Kamis (10/9/2026), Evi menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mas Dar. Menurutnya, kebijakan kandungan minimal 80 persen susu segar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjawab keresahan para peternak lokal selama ini.

“Mas Dar sebagai kepala BGN telah menjawab keresahan kami. Rekomendasi kandungan susu segar minimal 80% adalah revolusi untuk kedaulatan gizi nasional,” ujar Evi.

Bagi Evi, aturan ini bukan sekadar regulasi teknis. Kebijakan tersebut menjadi jembatan antara kesejahteraan peternak di hulu dan pemenuhan gizi generasi penerus di hilir.

Evi menjelaskan, kepastian syarat kandungan 80 persen susu segar akan otomatis meningkatkan serapan susu dari peternak lokal. Gairah beternak sapi perah di kalangan masyarakat pun diprediksi ikut tumbuh.

“Kami dari GKSI menyambut baik rekomendasi produk susu diharapkan mengandung minimal 80 persen susu segar. Ini akan otomatis meningkatkan serapan susu dari peternak lokal,” tegasnya.

Sebagai Ketua KUTT Suka Makmur Pasuruan, Evi menegaskan pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu susu. Baginya, kualitas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Kami punya tanggung jawab untuk ikut mencerdaskan anak bangsa. Mutu adalah harga mati,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah, Mas Dar melalui BGN menetapkan standar harga acuan Rp3.000 untuk kemasan 125 mililiter dan Rp4.500 untuk kemasan 200 mililiter hingga di tingkat dapur pelaksana. Kebijakan ini diharapkan menjaga keseimbangan antara kualitas dan keterjangkauan.

Sinergi antara Evi dan Mas Dar mencerminkan kolaborasi yang saling menguatkan. Evi mengawal kepentingan peternak di hulu, sementara Mas Dar memastikan regulasi berpihak pada kualitas gizi di hilir.

Keduanya menjadi simbol kebangkitan industri persusuan nasional. Dengan komitmen menjaga mutu dan kesiapan pasokan, program MBG diharapkan tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga mengangkat kesejahteraan peternak. (HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *