Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

HSN 2026 KOTA PROBOLINGGO, PAGAR NUSA TAMPILKAN SENI KOLOSAL PENCAK SILAT, WARISI TRADISI ULAMA DAN TEGUHKAN SEMANGAT PERJUANGAN SANTRI

0
1001989816

PROBOLINGGO | suarabangilmedia.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 di Kota Probolinggo berlangsung khidmat dan meriah. Usai pelaksanaan upacara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo pada Kamis, 22 Oktober 2026, di halaman Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, suasana semakin semarak dengan penampilan seni kolosal pencak silat dari Tim Seni Pencak Silat Pagar Nusa Kota Probolinggo.

Mengusung judul “Gema Jurus Santri Nusantara”, penampilan tersebut melibatkan 60 personel yang menampilkan perpaduan gerakan pencak silat, kekompakan, kedisiplinan, dan semangat perjuangan. Pertunjukan ini tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangkaian peringatan Hari Santri, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan warisan seni bela diri Nusantara yang tumbuh dan berkembang di lingkungan para ulama dan pesantren.

Pagar Nusa merupakan perguruan pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki komitmen dalam melestarikan seni bela diri sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, persaudaraan, dan kedisiplinan kepada generasi muda.

Ketua Pagar Nusa Kota Probolinggo, Rudi Hermanto, menyampaikan bahwa penampilan kolosal tersebut menjadi momentum penting untuk mengenalkan kekayaan tradisi pencak silat yang diwariskan oleh para ulama Nusantara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui “Gema Jurus Santri Nusantara”, Pagar Nusa ingin menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya seni bela diri, melainkan juga bagian dari identitas budaya bangsa yang sarat dengan nilai perjuangan, keberanian, pengabdian, dan tanggung jawab.

“Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para santri dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Santri sejak dahulu memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa dan selalu berada di garda terdepan dalam mendampingi serta menjaga para kiai,” Jelas Rudi Hermanto.

Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober memiliki makna historis bagi perjalanan bangsa Indonesia. Tanggal tersebut merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang membangkitkan semangat perjuangan umat Islam dan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam konteks tersebut, penampilan Pagar Nusa menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan santri tidak berhenti pada perjuangan fisik di masa lalu. Nilai-nilai tersebut perlu diteruskan melalui pengabdian kepada masyarakat, pelestarian kebudayaan, pembentukan karakter, serta kontribusi nyata dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Seni kolosal pencak silat juga memperlihatkan bahwa tradisi pesantren memiliki kekuatan untuk terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Bagi generasi muda, pencak silat dapat menjadi ruang pembelajaran untuk membangun mental yang tangguh, menghormati guru dan orang tua, menjaga persaudaraan, serta mengembangkan sikap disiplin dan tanggung jawab.

Penampilan 60 personel Tim Seni Pencak Silat Pagar Nusa Kota Probolinggo dalam peringatan HSN 2026 menjadi simbol bahwa santri memiliki banyak cara untuk berkontribusi bagi bangsa. Melalui pendidikan, seni, budaya, olahraga, dan pengabdian sosial, santri dapat mengambil peran strategis dalam membangun Indonesia yang maju, berkarakter, dan bermartabat.

Momentum Hari Santri Nasional di Kota Probolinggo pun tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga kesempatan untuk meneguhkan komitmen bersama dalam merawat warisan ulama, memperkuat nasionalisme, serta membangun generasi muda yang berakar pada nilai-nilai agama dan kebangsaan.

Melalui “Gema Jurus Santri Nusantara”, Pagar Nusa Kota Probolinggo mengirimkan pesan bahwa santri bukan hanya pewaris tradisi, melainkan juga penjaga identitas bangsa dan penerus perjuangan para ulama dalam mengawal Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Semangat Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa menjaga negeri merupakan tanggung jawab bersama. Sebab, ketika tradisi dilestarikan, nilai perjuangan dihidupkan, dan persatuan dirawat, semangat santri akan terus bergema dari pesantren untuk Indonesia. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *