May 24, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

PMK Tidak Berdampak Pada Produksi Susu dan Daging Sapi di Kabupaten Pasuruan

0
11166-6777a205f3f71

Bangil, Suarabangilmedia.com – Meskipun penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali muncul di Kabupaten Pasuruan pada akhir tahun 2024, dampaknya terhadap produksi susu dan daging sapi di wilayah tersebut relatif tidak signifikan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Usaha Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, pada Jumat (3/1/2024). Menurutnya, sapi yang terinfeksi PMK di Kabupaten Pasuruan sebagian besar adalah sapi potong, bukan sapi perah, sehingga produksi susu tetap terjaga.

“Produksi susu sapi segar di Kabupaten Pasuruan aman dan tidak terlalu terpengaruh meskipun kasus PMK mulai merebak lagi di daerah ini,” kata Syaifi. Ia menjelaskan bahwa produksi susu selama tahun 2024 tercatat mencapai 97.112.202 liter. Kecamatan Tutur menjadi penghasil terbesar dengan 30.536.818 liter, diikuti oleh Kecamatan Lekok yang memproduksi 20.391.093 liter, dan Kecamatan Puspo dengan 15.765.314 liter.

Dari data tersebut, diketahui bahwa ada 13 kecamatan penghasil susu sapi segar di Kabupaten Pasuruan, dengan Kecamatan Tutur, Lekok, dan Puspo menjadi sentra utama produksi susu segar. “Jumlah produksi susu segar tetap stabil dan tersebar di berbagai kecamatan seperti Purwodadi, Purwosari, Lumbang, Pasrepan, Tosari, Rejoso, Grati, Pandaan, Kejayan, dan Prigen,” ungkap Syaifi.

Mengenai harga susu segar, Syaifi menjelaskan bahwa harga susu tetap stabil meskipun kasus PMK sedang mewabah. “Harga susu segar dipengaruhi oleh kualitas susu yang dihasilkan oleh peternak, dan harganya berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per liter,” tambahnya.

Sementara itu, produksi daging sapi di Kabupaten Pasuruan juga menunjukkan angka yang signifikan. Selama tahun 2024, produksi daging sapi potong di wilayah ini mencapai 1.917.721 kilogram. Kecamatan Prigen menjadi penghasil terbesar dengan 281.217 kilogram, diikuti oleh Kecamatan Wonorejo (145.465 kilogram), Kecamatan Sukorejo (144.091 kilogram), dan Kecamatan Gempol (113.906 kilogram).

Syaifi menjelaskan bahwa sapi-sapi yang terinfeksi PMK sebagian besar merupakan sapi baru yang didatangkan dari luar Kabupaten Pasuruan. “Sapi-sapi yang datang dari luar daerah biasanya terkontaminasi dengan virus PMK, sehingga langsung dikarantina dan diobati sampai sembuh,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran virus PMK lebih banyak dipengaruhi oleh kedatangan sapi baru dari luar daerah daripada populasi sapi lokal di Kabupaten Pasuruan.

Tak hanya itu, keberhasilan dalam mempertahankan produksi susu sapi segar juga tercermin dari semakin meningkatnya permintaan dari Industri Pengolahan Susu (IPS). Farhan Susanto, Bendahara KPSP Setia Kawan, mengungkapkan bahwa dalam sehari, koperasi susu di Kabupaten Pasuruan memproduksi sekitar 100.000 liter susu segar. Susu tersebut dipasok ke tujuh IPS besar, seperti Indolakto, Cimory, Frisian Flag, Freshland, Diamon, Greenfield, dan Sari Husada.

“Kami berharap dapat meningkatkan produksi menjadi 130 ton per hari, tetapi karena penurunan populasi sapi, kami masih mempertimbangkan langkah selanjutnya. Untuk harga susu, saat ini berada di atas Rp 8.800 per liter,” jelas Farhan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan terkait populasi sapi, produksi susu segar di Kabupaten Pasuruan tetap berupaya memenuhi permintaan pasar.

Dengan demikian, meskipun kasus PMK kembali muncul, produksi susu dan daging sapi di Kabupaten Pasuruan tetap menunjukkan kinerja yang baik. Stabilitas produksi susu segar dan daging sapi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi peternak lokal, tetapi juga menjaga pasokan bagi industri pengolahan susu di wilayah ini. Ke depannya, koordinasi antara peternak, instansi terkait, dan industri diharapkan dapat terus terjalin untuk memastikan ketahanan pangan dan kesehatan ternak yang optimal. (SantokSB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *