Kecelakaan Maut Bus Brimob di Tol Pandaan Malang, Kapolres Pasuruan Tinjau Korban
Purwodadi, Suarabangilmedia.com – Kecelakaan maut yang melibatkan bus dinas Polri RSB Pusdik Brimob Watukosek terjadi pada Sabtu siang (1/2) di Tol Pandaan Malang, KM 72.200, tepatnya di wilayah Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Kecelakaan tersebut melibatkan bus yang membawa 30 pelajar dari SMA 1 Porong, Sidoarjo. Kejadian ini langsung menarik perhatian Polres Pasuruan dan memicu langkah cepat untuk memberikan penanganan kepada korban.
Menurut keterangan Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan, kecelakaan tersebut terjadi setelah bus yang dikemudikan oleh Moh. Khoirul Arufi, seorang pensiunan PNS berusia 60 tahun, menabrak rambu penunjuk arah di median jalan. Akibatnya, bus mengalami kerusakan parah pada bagian depan, dan pengemudi serta satu penumpang langsung dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Setelah kecelakaan, para penumpang lainnya, yang mayoritas adalah pelajar, segera dilarikan ke berbagai rumah sakit di sekitar Pasuruan dan Malang, seperti RSUD Lawang, RSSA Malang, RS Lawang Medika, dan RS Prima Husada Singosari. Beberapa di antara mereka mengalami luka ringan hingga berat. “Kami turut berduka cita atas peristiwa ini dan memastikan para korban mendapatkan perawatan terbaik,” ungkap Kapolres Jazuli saat menjenguk korban di rumah sakit.
Kapolres juga memastikan bahwa pihak kepolisian akan terus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban dan para korban luka. “Kami akan terus memantau perkembangan kondisi korban dan memberikan dukungan penuh, termasuk dukungan psikologis,” tegas Jazuli. Selain itu, ia juga memastikan bahwa penanganan medis bagi para korban sudah dilakukan secara maksimal di rumah sakit yang dituju.
Dalam proses penyelidikan, dugaan sementara mengarah pada faktor kurangnya konsentrasi dari pengemudi saat melintas di lokasi kejadian. Kapolres Jazuli menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut bersama pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut. “Fokus kami saat ini adalah penanganan korban, dan setelah itu, kami akan memulai penyelidikan untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan ini,” jelasnya.
Selain menangani korban, pihak kepolisian juga mengerahkan tim trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikis para korban yang masih dalam perawatan. Kapolres menambahkan, bahwa pemulihan psikis juga sangat penting mengingat banyaknya penumpang yang masih berusia muda dan tentu mengalami trauma akibat kejadian ini.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur tol yang memiliki batas kecepatan tinggi. Pihak kepolisian pun mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk selalu berkonsentrasi penuh saat berkendara dan mematuhi setiap rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. Dengan kejadian ini, diharapkan ada peningkatan kesadaran tentang pentingnya keselamatan di jalan, khususnya bagi pengemudi yang membawa penumpang banyak.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dua korban yang meninggal dunia adalah MKA, sopir bus berusia 60 tahun, dan NR, seorang siswi berusia 18 tahun yang turut dalam rombongan tersebut. Kejadian tragis ini akan terus menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian dan masyarakat luas untuk memperkuat keselamatan di jalan raya. (SantokSB)