Warung Ganjaran Rosella, Inovasi Kuliner Berbasis Pemberdayaan di Desa Mojoparon
Rembang, Suarabangilmedia.com – Di tengah upaya mendorong pembangunan desa yang berbasis potensi lokal, Desa Mojoparon di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, menghadirkan sebuah inovasi yang patut dicontoh: Warung Ganjaran Rosella (WGR). Lebih dari sekadar tempat makan, WGR hadir sebagai ruang multifungsi yang menjadi pusat aktivitas kuliner, ekonomi, hingga edukasi bagi masyarakat.
Warung Ganjaran Rosella merupakan aset desa yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mojoparon, dengan Heri Mulyanto sebagai ketua pengelola. Heri sendiri dikenal sebagai anggota aktif Satpol PP Rembang yang juga memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan desa. Area ini dulunya hanyalah lahan kosong yang tidak termanfaatkan, namun kini menjelma menjadi pusat kegiatan produktif berkat inisiatif bersama pemerintah desa dan warga setempat.
Dalam wawancara dengan Suarabangilmedia.com, M. Saifudin Fajirin, perabot desa Mojoparon, menjelaskan bahwa kehadiran WGR tak hanya ditujukan untuk mendongkrak sektor kuliner, namun juga sebagai sarana menciptakan lapangan kerja. “Kami ingin generasi muda desa punya tempat untuk berkembang, tidak harus keluar kota untuk mencari penghasilan,” ujarnya.
Yang membuat WGR menarik adalah kualitas sajian kulinernya. Meski harga menu dibanderol mulai dari Rp10.000, rasa dan penyajiannya tidak kalah dengan restoran profesional. Hal ini berkat kehadiran chef berpengalaman yang sebelumnya pernah bekerja di restoran kelas atas seperti FINNA Golf dan sejumlah tempat kuliner di Sulawesi, antara lain Maros, Sengkang, dan Takalar.
Selain menyuguhkan cita rasa tinggi, WGR juga dirancang sebagai ruang publik dengan fasilitas yang sangat memadai. Terdapat aula serbaguna berkapasitas hingga 200 orang yang bisa digunakan untuk pelatihan, rapat, hingga hajatan warga. Tempat ini juga sering dimanfaatkan oleh komunitas lokal untuk berbagai agenda edukatif dan sosial.

Area makan di WGR semakin menarik dengan kehadiran 14 gazebo yang tersebar di lingkungan yang asri. Gazebo-gazebo ini memberikan kenyamanan sekaligus privasi bagi pengunjung, sehingga cocok untuk keluarga maupun pertemuan informal. Pihak pengelola juga menyediakan panggung mini electone yang kerap digunakan untuk hiburan musik atau pentas seni dari warga.
Tidak hanya itu, area WGR juga dilengkapi dengan lapangan sepak bola yang dapat digunakan masyarakat melalui sistem reservasi. Terdapat pula toilet yang bersih dan terawat serta area parkir yang luas. Parkir kendaraan roda empat dan roda dua terletak di sisi selatan aula, sementara tamu VIP memiliki area parkir khusus di sekitar gazebo.

WGR secara konsisten berfungsi sebagai ruang pertemuan dan interaksi warga. Tempat ini tak hanya ramai saat akhir pekan, tetapi juga sering dipilih sebagai lokasi rapat dinas, acara komunitas, hingga kegiatan edukasi remaja desa. Hal ini menjadi bukti bahwa kuliner dapat menjadi titik temu antara ekonomi dan budaya lokal.
Keberadaan Warung Ganjaran Rosella sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak melulu soal infrastruktur besar. Ketika desa diberi ruang untuk tumbuh dan mengelola potensi sendiri, akan muncul inovasi yang mampu mengangkat taraf hidup warga secara menyeluruh.
Melalui pendekatan yang menyatukan aspek kuliner, pemberdayaan ekonomi, serta ruang edukatif, WGR telah menjadi contoh sukses integrasi antara potensi lokal dan visi pembangunan. Desa Mojoparon kini tidak hanya dikenal lewat keindahan alamnya, tetapi juga karena keberanian dan kreatifitas warganya dalam membangun dari akar rumput. (SantokSB)