FPRB Bangil dan ITB Yadika Pasuruan Gaungkan Komitmen Mitigasi Bencana di Kalangan Generasi Muda
oplus_2
Bangil, Suarabangilmedia.com – Komitmen membangun budaya sadar bencana terus digaungkan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Bangil. Kamis (29/5/2025), bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Trigapala dari Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Yadika Pasuruan, mereka menggelar Seminar Mitigasi Bencana bertema “Peran Generasi Muda dalam Membangun Kesadaran Pentingnya Mitigasi Bencana”. Kegiatan edukatif ini digelar di kampus ITB Yadika, Jalan Salem No. 3, Kersikan.
Antusiasme terlihat dari kehadiran puluhan pelajar dan mahasiswa pecinta alam yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan. Sejak pukul 09.00 WIB, mereka mengikuti seminar yang membahas risiko dan langkah mitigasi bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga kebakaran lahan. Acara berlangsung interaktif dan penuh semangat kolaboratif.
Ketua UKM Trigapala, Leo Nardo Murtadho, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda kampus, melainkan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab tantangan lingkungan. “Kami ingin generasi muda tidak hanya siap menghadapi bencana, tapi juga mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana, Fitria Nur Aini, yang menyoroti pentingnya kerjasama lintas sektor dalam membentuk masyarakat yang lebih tanggap terhadap bencana. “Kita butuh sinergi: antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat. Edukasi mitigasi harus dimulai dari ruang-ruang pendidikan seperti ini,” katanya.
Narasumber utama, Imroin Rosyidi dari BPBD Kabupaten Pasuruan sekaligus anggota TRC, menyampaikan materi tentang struktur penanggulangan bencana dan pentingnya peran generasi muda. “FPRB adalah mitra strategis dalam mitigasi. Tapi semuanya kembali ke kesadaran individu. Jangan menunggu, lakukan dari sekarang, dari diri sendiri,” ujarnya lugas.
Imroin juga mengangkat realita di lapangan, termasuk hambatan birokrasi dalam upaya pencegahan bencana. Ia menekankan perlunya pemahaman regulasi agar masyarakat bisa ikut mendorong solusi yang tepat. “Kadang kita tahu ada ancaman, tapi tak tahu cara menyikapinya. Inilah pentingnya edukasi semacam ini,” tambahnya.
Peserta seminar mengaku mendapat banyak wawasan. Eka Novitasari dari PASN1JI SMKN 1 Beji dan Gissel dari Kallaskuba sepakat bahwa seminar ini membuka pemahaman baru. “Sekarang kami tahu bagaimana bersikap jika terjadi bencana, dan kami akan teruskan ilmu ini ke lingkungan sekitar,” ujar Gissel. Seminar ini menjadi langkah awal bagi FPRB dan ITB Yadika untuk memperkuat barisan relawan muda tangguh bencana di Pasuruan. (SantokSB)