Muharram Art and Culture 2025 di Beji, Konser Kebangsaan Bangkitkan Spirit Bela Negara Lewat Budaya
Beji, Suarabangilmedia.com – Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama di Lapangan Dusun Luwung, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Minggu (13/7/2025) malam. Musik tradisi, sorotan lampu panggung, dan semangat kebersamaan melebur dalam satu peristiwa: Konser Kebangsaan Bela Negara: Muharram Art and Culture 2025. Masyarakat berkumpul tak hanya untuk menyambut tahun baru Islam 1447 H, tetapi juga menyuarakan cinta tanah air melalui budaya.
Kemeriahan acara ini dibuka dengan pawai obor (oncor) yang menyusuri jalan-jalan dusun. Anak-anak, remaja, dan orang tua tampak antusias membawa obor menyala, menciptakan suasana magis sekaligus sakral. Di tengah malam Muharram yang hangat, Beji menjelma menjadi pusat perayaan yang memadukan spiritualitas, nasionalisme, dan ekspresi seni rakyat.

Kehadiran tokoh-tokoh penting menambah khidmat suasana. Terlihat hadir anggota DPR RI Hj. Anisah Syakur, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan H. Saad Mu’afi, Ketua Karang Taruna Muhammad Yahya, Ketua BPD Desa Beji Hamid, Forkopimcam Beji, Fatayat NU Beji, dan puluhan anak yatim piatu. Tak hanya sebagai tamu, mereka terlibat aktif menyapa dan menyemangati warga.
Dalam sambutannya, Muhammad Yahya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemuda, pemerintah desa, dan masyarakat. “Dengan kegiatan ini, kita bersyukur bisa membuka peluang baru bagi UMKM dan pelaku seni lokal. Ini bukan hanya acara, tapi wujud nyata bela negara dari tingkat desa,” tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah.
Hamid, mewakili Kepala Desa Beji, menggarisbawahi pentingnya melestarikan budaya lokal. Menurutnya, budaya bukan sekadar hiburan, tetapi sarana pendidikan karakter. “Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Budaya itu roh kita sebagai bangsa,” katanya penuh semangat.

Sementara itu, H. Saad Mu’afi menyampaikan bahwa Konser Kebangsaan ini menjadi langkah penting untuk memupuk nilai-nilai persatuan. Ia mengajak masyarakat menjadikan Muharram Art and Culture sebagai tradisi tahunan yang terus mengakar. “Ini ruang ekspresi, ruang edukasi, dan ruang konsolidasi nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Salah satu momen paling menyentuh adalah saat Hj. Anisah Syakur memberikan penghargaan kepada warga yang berhasil menghafal Pancasila dan menceritakan kisah dakwah Rasulullah SAW. “Kita ingin anak-anak muda tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara ideologi dan spiritual,” ucapnya sembari menyerahkan hadiah simbolis.
Tak hanya konser, kegiatan ini juga memuat sisi sosial yang kuat. Ratusan anak yatim menerima santunan langsung dari panitia dan para donatur. Warga pun bisa menikmati berbagai stan UMKM lokal yang menawarkan makanan tradisional dan kerajinan tangan. Semua tersaji dalam semangat gotong royong dan keberagaman.

Dengan tema “Bela Negara Melalui Budaya dan Kreativitas”, Konser Kebangsaan Muharram Art and Culture 2025 menjadi ajang pembuktian bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan dalam cara yang inklusif dan menyenangkan. Beji tak hanya merayakan Muharram, tapi juga menghidupkan kembali peran budaya dalam menjaga Indonesia tetap kokoh. (SantokSB)