Benih Jelita: Dari Inovasi ke Aksi, Pasuruan Bersiap Go Nasional Lewat Tani Merdeka Indonesia
PASURUAN, Suarabangilmedia.com – Inovasi pertanian dari Pasuruan terus mencuri perhatian. Benih Jelita, varietas unggul yang dirintis oleh Suryawan Wibisono, kini semakin mendekati panggung nasional. Lewat tangan dingin Abu Hasan sebagai pelaksana teknis, serta kepemimpinan H. Winaryo Sujoko selaku Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Pasuruan Raya, Benih Jelita diproyeksikan menjadi ikon baru kemandirian petani Indonesia.
Sejak awal, Benih Jelita hadir sebagai jawaban atas kebutuhan petani terhadap bibit berkualitas tinggi. Dengan produktivitas mencapai 10 – 14 ton/ha, benih ini telah terbukti di berbagai lahan uji. Namun, perjalanannya masih berlanjut: Benih Jelita masih menunggu legitimasi sertifikat resmi, yang diharapkan bisa diperoleh setelah Rapinmas I Tani Merdeka Indonesia di Jakarta, 27–28 Agustus 2025.

“Secara kualitas, Benih Jelita sudah tidak diragukan. Tugas saya di lapangan adalah memastikan implementasi teknis berjalan baik, mulai dari pembibitan hingga pendampingan petani. Kami optimis, sertifikasi resmi akan memperkuat posisi Benih Jelita di pasar nasional,” ujar Abu Hasan, yang sejak 2019 aktif mengembangkan pembibitan pisang Cavendish, serta mulai 2021 mengembangkan bibit mangga dan alpukat.
Selain sebagai pelaksana teknis Benih Jelita, Abu Hasan juga dikenal luas sebagai narasumber di berbagai forum strategis: Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur (2022), Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan (2022–sekarang), hingga Dirjen UKM (2023) dan Program YES. Reputasinya sebagai praktisi sekaligus edukator membuatnya menjadi wajah lapangan Benih Jelita yang dipercaya banyak pihak.

Ketua DPD TMI Pasuruan Raya, H. Winaryo Sujoko, menegaskan bahwa Benih Jelita adalah bukti nyata semangat kemandirian petani. “Kami ingin Pasuruan tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan, tetapi juga sebagai pusat inovasi benih nasional. Benih Jelita adalah karya nyata anak bangsa yang lahir dari petani untuk petani,” katanya.
Sementara itu, Suryawan Wibisono sebagai penemu Benih Jelita menekankan bahwa inovasi ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan panjang. “Benih Jelita adalah pintu pembuka. Setelah ini akan lahir lebih banyak inovasi benih unggul demi kedaulatan pangan Indonesia,” tegasnya.
Dengan sinergi antara inovasi, eksekusi teknis, dan kepemimpinan organisasi, Benih Jelita bukan hanya produk pertanian, melainkan simbol gerakan Tani Merdeka Indonesia menuju kemandirian dan ketahanan pangan nasional. (Santok)