H. Winaryo Sujoko: Garda Terdepan Suara Petani Pasuruan di Panggung Nasional
JAKARTA, Suarabangilmedia.com – Lantang dan berwibawa, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Pasuruan Raya, H. Winaryo Sujoko, tampil sebagai garda terdepan dalam aksi damai Tani Merdeka Indonesia di Halaman Monas Dekat Patung Kuda, Jakarta. Ia berdiri sejajar dengan Ketua DPN TMI, Don Muzakir, menggemakan aspirasi ribuan petani dari seluruh Indonesia.
Momen ini semakin istimewa ketika H. Winaryo dipercaya mendampingi langsung Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia di panggung utama aksi. Kehadirannya menjadi sorotan, apalagi ia tampil dengan pakaian khas yang selalu dikenakannya saat menemui petani di Pasuruan. Gaya sederhana itu bukan sekadar simbol, tetapi bentuk penegasan dirinya yang menasbihkan diri sebagai “Pak Kontak” – panggilan akrab para petani Pasuruan.

“Bagi saya, ini adalah kebanggaan sekaligus amanah besar. Saya membawa suara petani Pasuruan Raya, dan kini bisa berdiri di barisan terdepan bersama Ketua DPN. Konsistensi Tani Merdeka harus kita tunjukkan di wilayah kerja masing-masing pasca pelantikan, dengan menghadirkan inovasi dan akselerasi nyata bagi pertanian,” ujar H. Winaryo.
Aksi damai ini diikuti oleh jajaran pengurus DPN, DPW, hingga DPD Tani Merdeka Indonesia dari berbagai daerah. Di sela-sela aksi, massa menggelar ikrar “Sumpah Tani Merdeka Indonesia” yang dipimpin langsung oleh Ketua DPN Don Muzakir. Sumpah ini menegaskan komitmen para petani untuk menjaga tanah air, merawat bumi, dan menegakkan kedaulatan pangan bangsa.
Sementara itu, Don Muzakir dalam orasinya menegaskan kembali posisi petani sebagai pilar utama bangsa. “Petani bukan beban negara, bukan beban pejabat. Petani adalah jantung pembangunan dan sumber ketahanan pangan. Dari tangan petani tumbuh benih yang menghidupi rakyat Indonesia,” serunya disambut gemuruh tepuk tangan ribuan massa.
Bagi H. Winaryo, langkah bersama Tani Merdeka Indonesia ini bukan sekadar aksi, melainkan representasi gerakan perubahan. Dengan semangat konsistensi dan keberpihakan kepada petani, ia berharap suara dari Pasuruan bisa menggema hingga pusat, memastikan kesejahteraan petani benar-benar menjadi prioritas pembangunan nasional. (Santok)