Don Muzakir Tegaskan Petani Bukan Beban Negara, Tapi Sumber Ketahanan Pangan Indonesia
JAKARTA, Suarabangilmedia.com – Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan posisi petani sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Dalam aksi damai Tani Merdeka Indonesia di Halaman Monas, dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat, Don Muzakir menyerukan bahwa petani adalah sumber ketahanan pangan nasional, bukan beban negara.
“Petani bukan beban negara, bukan pula beban pejabat. Petani adalah jantung pembangunan bangsa. Dari tangan dan keringat petani lahir kehidupan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Don Muzakir dalam orasi yang membakar semangat ribuan petani dari berbagai daerah.

Aksi damai Tani Merdeka Indonesia ini diikuti pengurus DPN, DPW, hingga DPD yang hadir untuk menyuarakan konsistensi perjuangan di sektor pertanian. Mereka menegaskan komitmen menjaga kedaulatan pangan nasional, sekaligus mendukung percepatan inovasi pertanian di tanah air.
Momentum tersebut juga diwarnai dengan pembacaan Sumpah Tani Merdeka Indonesia yang dipimpin langsung Don Muzakir. Sumpah tersebut berisi ikrar menjaga tanah air, merawat bumi demi kedaulatan pangan, serta mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

Menurut Don Muzakir, aksi damai ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan bentuk nyata konsistensi Tani Merdeka Indonesia dalam memperjuangkan petani. “Kita harus berdiri di garda terdepan untuk memastikan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan menegakkan kedaulatan bangsa,” tandasnya.
Dengan kharisma kepemimpinan dan visi jelas, Don Muzakir kini semakin dikenal sebagai ikon perjuangan petani Indonesia. Melalui Tani Merdeka Indonesia, ia meneguhkan peran petani sebagai fondasi pembangunan nasional dan penjaga masa depan negeri. (Santok)