Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Sekretaris DPD TMI Pasuruan Raya Achmad Zaki: Tiga Pilar Penguatan Petani, Koperasi, Hilirisasi, dan Alsintan

0
1756381359209

JAKARTA, Suarabangilmedia.com – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Tani Merdeka Indonesia (TMI) 2025 menghasilkan arah strategis baru bagi penguatan sektor pertanian nasional. Salah satu momen penting dalam perhelatan tersebut adalah hadirnya delegasi Pasuruan Raya, di antaranya Ketua DPD TMI H. Winaryo Sujoko, Sekretaris DPD TMI, Achmad Zaki, SE. Dan bendahara DPD TMI Joko Susilo

Dalam forum yang berlangsung 27-28 Agustus 2025 di Jakarta, H. Winaryo Sujoko mempresentasikan Benih Jelita, varietas padi temuan petani Pasuruan yang berpotensi menjadi benih unggul nasional. Selain itu, Achmad Zaki, SE memberikan catatan analitis dari Rapimnas yang menurutnya merumuskan tiga pilar utama untuk kemandirian petani: koperasi, hilirisasi, dan alsintan (alat mesin pertanian).

Pertama, koperasi dinilai sebagai wadah paling efektif untuk memperkuat posisi tawar petani. Dengan manajemen koperasi yang profesional, petani dapat mengakses permodalan, distribusi pupuk, dan pemasaran hasil pertanian secara lebih transparan serta berkeadilan.

Kedua, hilirisasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Menurut Zaki, tanpa hilirisasi, petani hanya akan berhenti pada produksi bahan mentah. “Melalui hilirisasi, gabah bisa naik kelas menjadi beras premium, hasil hortikultura bisa masuk industri olahan, sehingga nilai ekonomi meningkat dan kesejahteraan petani terangkat,” jelasnya.

Ketiga, alsintan atau modernisasi alat mesin pertanian menjadi faktor penentu efisiensi dan daya saing. Penggunaan alsintan dinilai mampu menekan biaya produksi, mempercepat proses tanam hingga panen, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual. “Dengan alsintan yang merata, kita bukan hanya berbicara tentang peningkatan produksi, tetapi juga transformasi budaya kerja petani agar lebih adaptif terhadap era modern,” tambah Zaki.

Ketua DPW TMI Jawa Timur, Riki Septiadi, menyambut baik simpulan tersebut. “Apa yang dirumuskan dalam Rapimnas menjadi pedoman nyata di Jawa Timur. Kami akan tancap gas agar tiga pilar ini bisa segera diwujudkan di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina DPW TMI Jawa Timur, Chusni Mubarok, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Rapimnas bukan hanya forum seremonial. Ini adalah laboratorium kebijakan. Setelahnya, tugas kita adalah mengimplementasikan, menjahit simpul antara petani, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha,” tegasnya.

Dengan arah strategis berbasis koperasi, hilirisasi, dan alsintan, Rapimnas TMI 2025 dipandang sebagai tonggak penting transformasi pertanian nasional. Pasuruan Raya yang membawa gagasan Benih Jelita dan analisis Achmad Zaki semakin menegaskan peran Jawa Timur sebagai pionir dalam pembangunan pertanian Indonesia. (Santok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami