May 23, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Gotong Royong Mengatasi Banjir: Warga Desa Sekarputih Bersama Destana dan FPRB Perbaiki Tanggul Pasca Ambrol

0
1000794575


Gondangwetan (Suarabangilmedia.com) – Pada Jumat malam, 6 Desember 2024, sebuah kejadian yang mengkhawatirkan terjadi di Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Tanggul yang berfungsi untuk menahan aliran air dari sungai mengalami ambrol, mengakibatkan potensi banjir yang mengancam pemukiman warga. Menanggapi kejadian tersebut, pada Minggu, 8 Desember 2024, masyarakat Desa Sekarputih, bersama anggota Destana Desa Sekarputih, FPRB Kabupaten Pasuruan, perangkat desa, dan warga setempat, menggelar kegiatan gotong royong untuk memperbaiki tanggul yang rusak serta mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Kegiatan perbaikan tanggul ini bukan hanya sekadar upaya pemulihan, tetapi juga sebagai bagian dari kampanye untuk mengurangi risiko bencana banjir di wilayah tersebut. Selama ini, banyak daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Pasuruan yang belum mendapatkan penanganan yang memadai. Menurut para peserta kegiatan, perbaikan tanggul dan normalisasi sungai merupakan langkah krusial yang harus dilakukan untuk melindungi kehidupan warga dari bencana banjir.

Anggota Destana Desa Sekarputih, menjelaskan bahwa upaya penanggulangan bencana banjir memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, serta organisasi masyarakat sipil. “Banjir bukan hanya akibat hujan lebat, tetapi juga disebabkan oleh kelalaian kita dalam menjaga alam dan lingkungan sekitar,” ujar Budi Santoso. “Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk lebih serius dalam menjaga keseimbangan alam dan memastikan sungai serta tanggul mendapatkan perawatan yang baik.”

Pentingnya perhatian terhadap DAS di Kabupaten Pasuruan juga ditekankan oleh anggota FPRB Kabupaten Pasuruan, yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Anggota FPRB mengungkapkan bahwa sudah bertahun-tahun banyak DAS di Pasuruan yang membutuhkan penanganan serius. “Normalisasi sungai, peningkatan tanggul, dan penanaman pohon di sepanjang aliran sungai harus menjadi prioritas,” tegas Anggota FPRB. “Kami meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah-langkah nyata dalam memperbaiki kondisi ini.”

Selain perbaikan fisik tanggul, kegiatan gotong royong ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kerusakan alam yang dapat memperburuk risiko bencana banjir. Para peserta kegiatan terlihat antusias bergotong royong membersihkan sekitar tanggul dan memperkuat struktur tanggul yang rusak.

Perangkat Desa Sekarputih, mengungkapkan apresiasi yang tinggi atas kerja sama antara masyarakat dan organisasi terkait dalam menangani bencana ini. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memperbaiki tanggul ini. Ke depannya, kami berharap lebih banyak perhatian dari pemerintah agar bencana banjir bisa dicegah lebih dini,” ujar salah satu perangkat desa yang hadir.

Warga Desa Sekarputih yang turut serta dalam kegiatan ini juga menyatakan pentingnya kerja sama untuk menjaga lingkungan yang lebih baik. Seorang warga setempat mengatakan, “Kita harus lebih peduli dengan alam dan lingkungan kita. Jika kita tidak menjaga sungai dan tanggul, banjir akan terus mengancam kehidupan kita.”

Para peserta kegiatan memperbaiki tanggul dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia, seperti pasir, batu, dan tanah. Proses perbaikan tanggul ini membutuhkan kerja keras dan ketelatenan, mengingat cuaca yang tidak menentu dan ancaman banjir yang terus mengintai.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun hujan menjadi pemicu terjadinya banjir, namun kondisi tersebut seharusnya tidak menjadi alasan utama untuk menyalahkan alam. Banjir seringkali merupakan akibat dari ketidakmampuan manusia dalam menjaga lingkungan dan ekosistem sungai. “Kita harus mulai berpikir lebih panjang dan lebih bijaksana dalam menjaga alam agar bencana seperti banjir tidak terus berulang,” ungkap salah satu perangkat desa.

Di akhir kegiatan, anggota FPRB menegaskan komitmennya untuk terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Mereka berharap bahwa perbaikan tanggul ini dapat menjadi langkah awal menuju penanganan yang lebih serius terhadap potensi bencana banjir di Kabupaten Pasuruan. (Santok/SB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *