Kampus Muhammadiyah Dorong Pengembangan Bisnis Berbasis Solusi Masalah Sosial, Fokus pada Pengolahan Sampah
Bantul, Suarabangilmedia.com – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Agung Danarto, mendorong agar perguruan tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) mengembangkan usaha atau bisnis yang berbasis pada solusi masalah sosial. Bisnis yang dijalankan harus memiliki tujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, baik di lingkungan internal kampus maupun di masyarakat, sebelum akhirnya berorientasi pada aspek keuntungan.
Dalam keterangan pers yang diterima oleh redaksi muhammadiyah.or.id pada Jumat (27/12/2024), Agung Danarto mengungkapkan bahwa salah satu contoh yang diterapkan di UMY adalah solusi terhadap masalah sampah, yang menjadi persoalan umum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“UMY berusaha menyelesaikan problem sampah internal dengan diolah sedemikian rupa. Jika berhasil, ini diharapkan menjadi laboratorium pengolahan sampah mandiri,” ujar Agung. Ia juga berharap, jika proyek ini berhasil, dapat direplikasi di instansi lain atau bahkan di daerah-daerah lain yang menghadapi masalah serupa.
Sementara itu, Ketua Lembaga Seni dan Budaya (LSB) yang juga Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, menjelaskan lebih lanjut mengenai pengolahan sampah mandiri yang sedang dilakukan di UMY. Sampah yang dikumpulkan akan dipilah terlebih dahulu antara yang organik dan non-organik sebelum masuk ke proses pengolahan lebih lanjut.
“Hasil pengolahan limbah plastik nantinya akan digunakan untuk membuat konblok dan batangan plastik yang akan dijadikan bangku-bangku taman di UMY,” kata Gunawan. Ia menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya UMY untuk terus berinovasi sebagai kampus mandiri dan memberikan kenyamanan bagi civitas akademika melalui program Kampus Sehat Senyaman Taman.
Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana kampus tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga berperan dalam menyelesaikan masalah lingkungan dan sosial, sekaligus menciptakan nilai tambah yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. (SantokSB)