Berkat Inovasi Pengelolaan Sampah Pemuda Peduli Sampa Desa Randupitu Raih Penghargaan Inotek Award 2024
Gempol (Suarabangilmedia.com) – Inisiatif kreatif Pemuda Peduli Sampah (Pempes) dari Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan, mencetak prestasi gemilang di tingkat Provinsi Jawa Timur. Program inovatif mereka yang mengolah sampah rumah tangga menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse-Derived Fuel (RDF) berhasil meraih penghargaan sebagai daerah terinovatif keempat dalam Anugerah Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi (Inotek Award) 2024. Penghargaan ini diberikan oleh Badan Riset Daerah (BRIDA) Jawa Timur dalam acara yang berlangsung di Hotel Mercure Surabaya pada Rabu (11/12/2024).

Penjabat Bupati Pasuruan, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., CIPA. CICHM, menerima langsung penghargaan tersebut dari Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhi Karyono. Pempes unggul di antara ratusan inovasi lainnya, menjadikannya salah satu solusi paling berdampak dalam pengelolaan lingkungan. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan Desa Randupitu sebagai pelopor inovasi berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. βIni adalah kabar menggembirakan bagi kami semua. Terima kasih kepada teman-teman Pempes, pemerintah Kabupaten Pasuruan, dan seluruh pihak yang telah mendukung inovasi ini,β ucap Fuad dengan penuh syukur.
Mochammad Fuad menjelaskan bahwa Pempes sudah berdiri sebelum ia menjabat sebagai kepala desa. Bermula dari keprihatinan terhadap sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik, para pemuda desa mulai mencari solusi inovatif untuk memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.

βKami melihat potensi sampah yang selama ini terabaikan. Dengan teknologi RDF, sampah bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Selain menciptakan nilai ekonomi, langkah ini juga memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan,β tambah Fuad.
Penghargaan dari BRIDA ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pempes untuk terus melahirkan inovasi baru. βSemoga ini menjadi semangat bagi kami semua untuk terus berkarya demi masyarakat dan lingkungan,β tutup Fuad.

Keberhasilan Pempes menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan teknologi dapat menghasilkan solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan. Desa Randupitu kini menjadi inspirasi bagi daerah lain yang ingin menerapkan inovasi serupa. (Santok/SB)