Kunjungan ke Lapas IIB Pasuruan Meningkat pada Peringatan Imlek
Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Peringatan Imlek tahun 2025 dimanfaatkan oleh banyak keluarga untuk mengunjungi Warga Binaan (WB) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Pasuruan. Kondisi ini menyebabkan jumlah pengunjung di Lapas Pasuruan mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada Selasa, 28 Januari 2025. Jumlah pengunjung pada hari tersebut tercatat mencapai 300 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Kunjungan ke Lapas IIB Pasuruan memang dijadwalkan dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Selasa dan Kamis. Pada hari normal, jumlah pengunjung rata-rata berkisar sekitar 200 orang. Namun, pada momen peringatan Imlek kali ini, terlihat adanya peningkatan yang cukup signifikan. Kepala Lapas IIB Pasuruan, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, mengungkapkan bahwa pada Selasa, 28 Januari 2025, tercatat ada kenaikan sebanyak 100 pengunjung.
“Ada kenaikan 100 pengunjung. Kalau hari normal, cuma 200 orang. Ini ada 300 pengunjung,” jelas Ma’ruf Prasetyo Hadianto. Kenaikan jumlah pengunjung ini memang sangat dipengaruhi oleh libur nasional Imlek, di mana banyak keluarga memanfaatkan waktu libur untuk berkunjung ke Lapas dan bertemu dengan anggota keluarga mereka yang tengah menjalani masa hukuman.
Ma’ruf menambahkan bahwa meskipun jumlah pengunjung meningkat, hal ini merupakan kondisi yang wajar mengingat banyaknya masyarakat yang memiliki waktu luang saat peringatan Imlek. Para pengunjung memanfaatkan liburan tersebut untuk mengunjungi keluarga atau kerabat yang sedang berada di Lapas IIB Pasuruan. Pihak Lapas pun menyambut baik peningkatan kunjungan ini, selama kunjungan berlangsung dengan tertib dan sesuai prosedur yang ada.
Selama kunjungan pada Selasa, 28 Januari 2025, Ma’ruf memastikan bahwa tidak ada keluarga Warga Binaan yang melanggar aturan. Semua pengunjung telah memahami dengan baik apa saja barang bawaan yang diperbolehkan dan yang dilarang untuk dibawa ke dalam Lapas. “Mereka sudah mematuhi dan paham dengan barang bawaan apa saja yang boleh dan dilarang,” kata Ma’ruf.
Pihak Lapas IIB Pasuruan juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan setiap pengunjung sebelum memasuki area Lapas. Petugas Lapas memeriksa secara cermat untuk memastikan tidak ada barang yang dapat membahayakan keamanan di dalam Lapas. Beberapa barang yang dilarang untuk dibawa adalah sambal, kecap, dan gunting. Semua barang bawaan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menjaga agar kunjungan tetap aman dan teratur.
“Petugas Lapas selalu mengecek barang bawaan keluarga sebelum masuk. Hal ini untuk memastikan keamanan,” ujar Ma’ruf. Prosedur keamanan yang ketat ini diharapkan dapat mencegah adanya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu ketertiban di dalam Lapas.
Momen Imlek ini juga dimanfaatkan oleh pihak Lapas untuk mempererat hubungan antara Warga Binaan dan keluarganya. Kunjungan keluarga sangat penting untuk mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan bagi para Warga Binaan, karena dukungan keluarga dapat membantu mereka dalam menjalani masa hukuman dengan lebih baik.
Sementara itu, pihak Lapas juga terus mengimbau kepada para pengunjung untuk selalu mematuhi peraturan yang ada demi kenyamanan dan keamanan bersama. “Kami berharap semua pengunjung dapat menjaga ketertiban selama kunjungan dan mematuhi aturan yang ada, agar semuanya dapat berjalan dengan lancar,” kata Ma’ruf.
Dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan selama Imlek ini, Lapas IIB Pasuruan berharap bahwa momen kebersamaan ini dapat memperkuat ikatan keluarga dan memberi semangat positif kepada Warga Binaan dalam menjalani proses pemasyarakatan. Pihak Lapas juga berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban selama proses kunjungan berlangsung. (SantokSB)