June 21, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Produksi Jagung Kabupaten Pasuruan Capai 311.821 Ton di Tahun 2024

0
11209-6790de82832db

Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Produksi jagung di Kabupaten Pasuruan mencapai 311.821 ton sepanjang tahun 2024. Capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan meskipun tidak signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Angka ini tercatat sebagai hasil dari luas panen 47.581 hektar yang tersebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri, menyampaikan bahwa meskipun hasil produksi terus meningkat, laju peningkatan tersebut belum mencapai angka yang signifikan. “Produksi jagung selalu naik setiap tahunnya, tapi belum signifikan. Total selama tahun 2024 mencapai 311.821 ton dari luas panen 47.481 hektar,” kata Lilik dalam acara Gerakan Penanaman Jagung 1 Juta Hektar di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi, pada Selasa, 22 Januari 2025.

Lilik menjelaskan bahwa pengembangan jagung merupakan salah satu prioritas utama untuk mendukung swasembada pangan pada tahun 2025, yang merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung berbagai kegiatan terkait pertanian, terutama untuk penyediaan benih, pupuk, serta kegiatan pelatihan teknis seperti bimbingan teknis (bimtek) pertanian.

“Penyediaan benih, pupuk, sampai kegiatan bimtek pertanian terus kita lakukan, seperti di tahun ini juga,” lanjut Lilik, yang menekankan bahwa upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, khususnya komoditas jagung.

Lebih lanjut, Lilik mengungkapkan bahwa peningkatan produksi jagung di Kabupaten Pasuruan tidak terlepas dari beberapa faktor penting. Salah satunya adalah keberhasilan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman sejak dini melalui program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Tanaman (SLPHT). Selain itu, Pemkab Pasuruan juga memberikan bantuan obat-obatan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman yang dapat mengancam hasil pertanian.

Perubahan pola tanam juga menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi jagung. Beberapa sentra pertanian kedelai di Kecamatan Sukorejo, Wonorejo, Purwosari, dan Gempol mulai beralih ke komoditas jagung. “Pergeseran pola tanam ini terjadi di beberapa kecamatan yang sebelumnya menjadi sentra kedelai,” kata Lilik, yang juga menyebutkan bahwa sejumlah petani padi pun beralih menanam jagung dengan dukungan program Upaya Khusus (UPSUS) yang difokuskan pada pengembangan komoditas jagung.

Meskipun demikian, Lilik menekankan bahwa pengalihan komoditas dari padi ke jagung bukan tanpa tantangan. Diperlukan dukungan yang terus-menerus dalam hal pemilihan benih unggul, pengelolaan lahan, serta teknis pertanian agar para petani dapat memperoleh hasil yang optimal. “Banyak faktor dan kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga produksi jagung di Kabupaten Pasuruan meningkat,” ungkapnya.

Peningkatan ini juga tercermin pada produktivitas jagung yang mencapai 65,67 kwintal per hektar. Angka ini menunjukkan adanya kemajuan dalam efisiensi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Pasuruan, meskipun tantangan dalam mengelola lahan dan iklim tetap ada. Pencapaian tersebut tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, petani, serta sektor swasta yang mendukung program-program pertanian.

Sementara itu, Lilik juga berharap agar sektor pertanian terus berkembang, seiring dengan meningkatnya kesadaran petani akan pentingnya inovasi dan teknologi dalam pertanian. Oleh karena itu, Pemkab Pasuruan berkomitmen untuk terus memperkenalkan teknologi baru yang dapat mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berencana untuk terus mengembangkan komoditas jagung sebagai bagian dari strategi diversifikasi pangan. Dengan adanya program yang terencana dan dukungan penuh kepada para petani, diharapkan produksi jagung di Kabupaten Pasuruan dapat terus meningkat, menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, bersama petani dan stakeholder lainnya, optimis dapat mewujudkan target swasembada pangan pada tahun 2025, dan menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu pusat produksi jagung yang signifikan di Jawa Timur. (SantokSB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *