Tagana Pasuruan Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Kedungboto
Pasuruan, Suarabangilmedia.com β Tim Assessment Banjir dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pasuruan telah menyelesaikan penilaian dampak banjir yang melanda Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Banjir yang terjadi pada Kamis, 16 Januari 2025, sekitar pukul 16.00 WIB ini menyebabkan ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 70 cm di sejumlah wilayah. Akibatnya, banyak warga yang terdampak, terutama kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.
Setelah melakukan penilaian awal, Tim Assessment Banjir yang terdiri dari Setyo Pratiwi, Diyah Retnowati, dan Andi Sudrajat segera memulai pengumpulan data dampak banjir di tiga dusun utama Desa Kedungboto. Tercatat bahwa jumlah warga terdampak sangat signifikan. Rincian data korban banjir di setiap dusun adalah sebagai berikut:
- Dusun Gedang Klutuk: 765 jiwa, yang terdiri dari 7 bayi, 53 balita, 5 ibu hamil, 58 lansia, dan 3 penyandang disabilitas.
- Dusun Karang Lo: 826 jiwa, dengan rincian 8 bayi, 57 balita, 5 ibu hamil, 28 lansia, dan 4 penyandang disabilitas.
- Dusun Kedungboto: 705 jiwa, yang terdiri dari 9 bayi, 60 balita, 6 ibu hamil, 45 lansia, dan 3 penyandang disabilitas.
Banjir ini menyebabkan kerusakan yang cukup luas, namun warga masih bisa bertahan di lokasi mereka meskipun dengan kesulitan. Tim Tagana kemudian bergerak cepat untuk menyiapkan bantuan logistik yang dibutuhkan warga terdampak.
Bantuan yang disiapkan meliputi berbagai kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan warga pasca-banjir. Adapun bantuan yang disalurkan adalah beras sebanyak 1 kwintal, selimut sebanyak 50 lembar, 30 paket family kit, dan 300 paket makanan siap saji. Setyo Pratiwi, anggota tim assessment, menyatakan bahwa distribusi bantuan ini dilaksanakan dengan memastikan sasaran yang tepat, terutama untuk kelompok rentan yang sangat membutuhkan perhatian lebih.
βDengan data yang telah kami kumpulkan, kami memastikan bantuan ini disalurkan tepat sasaran, terutama kepada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih,β ujar Setyo Pratiwi. Bantuan ini, lanjut Setyo, diharapkan dapat meringankan beban warga yang tengah menghadapi kesulitan pasca-banjir.
Proses distribusi bantuan dilaksanakan pada hari ini, Jumat (17/01/2025), dengan koordinasi yang baik bersama perangkat desa setempat. Tim Tagana bekerja sama dengan pihak desa untuk memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang membutuhkan, terutama di wilayah yang lebih terdampak banjir.
Kegiatan distribusi bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Tagana Kabupaten Pasuruan untuk merespons bencana secara cepat, tepat, dan terukur. Dalam situasi darurat seperti ini, Tagana berperan penting untuk memberikan dukungan kepada korban bencana, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi mereka yang terdampak.
Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh Forum Komunikasi Tagana Kabupaten Pasuruan, yang turut serta dalam pengorganisasian dan distribusi bantuan. Forum ini menjadi wadah bagi para relawan dan anggota Tagana untuk bekerja sama dalam menghadapi bencana dan memastikan bahwa setiap warga yang terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Selama proses distribusi, tim relawan memastikan bahwa semua bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan diterima oleh warga yang paling membutuhkan. Proses ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku, mengingat situasi pasca-banjir yang bisa memicu munculnya masalah kesehatan baru.
Ke depan, Tagana Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk terus memantau situasi di Desa Kedungboto dan sekitarnya. Tim Tagana akan terus bekerja sama dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya untuk memberikan bantuan lanjutan serta melakukan pemulihan pasca-banjir yang lebih menyeluruh.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan warga yang terdampak banjir dapat merasa lebih terbantu dan sedikit meringankan beban mereka. Diharapkan juga bahwa bantuan ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya pemulihan lebih lanjut, sehingga warga dapat segera pulih dari dampak bencana yang melanda mereka.
Tagana Pasuruan berharap agar sinergi antara relawan, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin dengan baik, untuk mengatasi berbagai dampak bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang. (SantokSB)