Delegasi BURDIFA Kunjungi Pasuruan, Jajaki Kerja Sama Ekonomi dan Budaya
PASURUAN, Suarabangilmedia.com – Puluhan tenda kerucut berjajar rapi di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (27/2/2025), menyambut kunjungan Delegasi Persatuan Persahabatan Brunei Darussalam-Indonesia Friendship Association (BURDIFA) ke Kabupaten Pasuruan.
Delegasi BURDIFA diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, bersama jajaran pejabat daerah. Pertemuan ini menandai upaya mempererat kemitraan strategis antara Pasuruan dan Brunei Darussalam di berbagai sektor.
Sebelumnya, pada Selasa (25/2/2025), rombongan BURDIFA telah bertemu dengan Gubernur Jawa Timur di Surabaya. Pemprov Jatim menyatakan keterbukaannya untuk menjalin kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, industri, dan pariwisata.
Empat jaminan utama ditawarkan kepada calon investor dari Brunei, yakni kemudahan perizinan, penyelesaian masalah perburuhan, ketersediaan energi dan infrastruktur, serta fasilitas penyediaan lahan.
“Melalui kemitraan ini, diharapkan hubungan antara kedua negara semakin erat dan berdampak positif bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Yudha.
Ia menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi yang telah terjalin. Selain itu, kunjungan BURDIFA juga menjadi simbol komitmen untuk mengembangkan potensi perdagangan dan kebudayaan.
Para delegasi BURDIFA dijadwalkan mengunjungi kawasan industri dan budaya di Pasuruan serta Jombang. Kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang investasi dan kerja sama jangka panjang di berbagai sektor.
Pemkab Pasuruan melihat kunjungan ini sebagai kesempatan untuk menarik lebih banyak investor asing. Dengan potensi ekonomi kreatif yang besar, Pasuruan bertekad menjadi pusat investasi yang kompetitif di Jawa Timur.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah pengembangan industri berbasis kearifan lokal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk unggulan Pasuruan di pasar internasional.
Pemerintah optimis kemitraan ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, memperluas jaringan perdagangan, serta memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Brunei Darussalam. (SantokSB)