Persekabpas Berjuang Bangkit: Fokus Sisa Tiga Laga untuk Promosi ke Liga 2
Bangil, Suarabangilmedia.com – Persekabpas harus menghadapi jalan terjal dalam upayanya menembus Liga 2. Pada laga perdana babak enam besar yang berlangsung di Solo, tim berjuluk Laskar Sakera harus menelan kekalahan telak 4-1. Meski demikian, peluang untuk meraih promosi ke Liga 2 masih terbuka lebar, namun Persekabpas harus segera memperbaiki performa mereka di sisa tiga pertandingan agar tetap menjaga harapan tersebut.
Kekalahan ini memang belum menutup peluang bagi Persekabpas, namun apabila terus terpuruk di dasar klasemen Grup X, mimpi untuk naik kasta ke Liga 2 akan semakin sulit tercapai. Pelatih Persekabpas, Masdra Nurriza, mengakui bahwa timnya tampil buruk dalam laga pertama babak enam besar tersebut, terutama dalam sektor pertahanan serta sejumlah kesalahan yang dapat dihindari.
“Semua lini bermain buruk, bukan hanya pertahanan. Kami dihukum dengan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari,” ujar Masdra dengan nada tegas, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut.
Di sisi lain, Persekabpas sejatinya mampu menunjukkan semangat juang. Meskipun tertinggal 2-0 oleh gol-gol Tornado FC yang dicetak oleh Muhammad Ferdiansa dan Yoga Wahyu Pratama di menit ke-23 dan ke-30, Persekabpas mampu memperkecil skor melalui gol Nofi Atmaja pada menit 38. Sayangnya, di babak kedua, Tornado FC menambah dua gol lagi melalui Yanuar Baihaqi yang mencetak brace di menit 49 dan 80.
Di babak kedua, Persekabpas kesulitan untuk keluar dari tekanan. Beberapa peluang yang tercipta tidak mampu dimanfaatkan dengan maksimal hingga laga berakhir. Meski kekalahan ini cukup mengecewakan, Masdra menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mencari siapa yang menjadi penyebab utama kegagalan itu. Menurutnya, seluruh pemain bertanggung jawab atas hasil tersebut.
Selepas kekalahan itu, Masdra langsung menginstruksikan para pemain untuk kembali ke Pasuruan dan segera menggelar latihan intensif. Fokus utama dari sesi latihan kali ini adalah evaluasi permainan tim secara menyeluruh, terutama di lini pertahanan dan penyerangan yang masih membutuhkan perbaikan.
“Hasilnya, kami memang agak nervous. Sebelumnya, kami selalu bermain di tempat netral, jadi laga away pertama di kompetisi ini memberi tekanan lebih bagi tim,” ujar Masdra, yang akrab disapa Madrago.
Namun demikian, Mentalitas tim Persekabpas tetap positif. Setelah kekalahan tersebut, Masdra memberikan motivasi kepada anak asuhnya untuk segera bangkit, karena masih ada tiga pertandingan yang bisa dimaksimalkan untuk meraih kemenangan dan memperbaiki posisi.
Selain fokus pada peningkatan fisik, pada Selasa (4/2), Persekabpas juga melakoni laga uji coba melawan Timnas Yordania di Surabaya. Meskipun mengalami kekalahan telak 5-0, Masdra menilai pertandingan tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan tim.
“Sparing dengan Yordania memberikan kami banyak pelajaran, terutama dalam hal mentalitas bertanding dan menambah jam terbang pemain. Meskipun kalah, saya merasa permainan anak-anak sudah berkembang pesat,” ungkap Masdra dengan penuh optimisme.
Melihat dua laga kandang yang akan datang, Masdra menyadari ini adalah peluang besar bagi Persekabpas untuk memperbaiki posisi di klasemen. Dengan dukungan penuh dari publik sendiri, Laskar Sakera bertekad untuk meraih enam poin penuh dalam dua laga tersebut dan menjaga peluang promosi ke Liga 2.
“Enam poin di dua laga kandang ini bukan hal yang mustahil. Kami harus tetap fight dan tidak menyia-nyiakan kesempatan. Skema babak enam besar ini sebenarnya menguntungkan kami. Setelah laga away, kami bertanding di kandang dua kali, dan terakhir kembali away. Jika kami dapat mengamankan enam poin, jalan menuju promosi akan semakin terbuka,” pungkas Masdra penuh harap. (SantokSB)