June 20, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Kades Fuad Cetak Sejarah! Inovasi Olah Sampah Randupitu Raih Sertifikat HAKI

0
Untitled

Gempol, Suarabangilmedia.com – Gebrakan luar biasa datang dari Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, sukses mencatatkan namanya dalam sejarah inovasi daerah lewat program pengelolaan sampah rumah tangga jadi RDF (refuse derived fuel) yang kini resmi mengantongi Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kemenkumham.

Sertifikat itu diserahkan langsung oleh Analis Pemanfaat IPTEK Ahli Madya BRIDA Jatim, Endah Rimbawati, kepada Fuad dalam momen Anugerah INOPAMA 2025 di Pendopo Kabupaten Pasuruan. Tak main-main, pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis desa pun bisa menembus pengakuan nasional. Fuad pun dijuluki β€œSang Pencipta Inovasi”.

Fuad mengungkap bahwa gagasan ini berangkat dari keresahannya melihat tumpukan sampah yang tak kunjung terselesaikan. Sejak 2017, ia menggandeng para pemuda untuk mengubah sampah jadi sumber nilai ekonomi. “Target kami jelas: Desa Zero Waste. Dan sekarang itu bukan cuma mimpi,” ujar Fuad penuh semangat, Sabtu (28/6/2025).

Kini, di Dusun Babat, sebanyak 25 pemuda tergabung dalam komunitas PEMPES (Pemuda Peduli Sampah). Mereka mengelola seluruh sampah organik dan nonorganik. Sampah organik dijadikan kompos, sementara plastik dipilah dan dijual ke perusahaan pengolah di wilayah sekitar. Yang menarik, mereka bahkan sedang siapkan rumah maggot untuk pengolahan lanjutan!

Produksi harian pun tak main-main. Fuad mengklaim pihaknya mampu mengolah hingga 6 ton sampah plastik per hari. “Sayangnya perusahaan minta 20 ton. Jadi kami masih kewalahan. Tapi tenang, tahun ini kami tambah satu mesin lagi dari Dana Desa,” beber Fuad optimis.

Dengan sistem yang terstruktur dan lokasi pengolahan yang jauh dari permukiman warga, Randupitu kini jadi role model desa mandiri sampah. Bahkan banyak desa tetangga mulai studi banding ke lokasi. “Kalau bisa, tak perlu lagi buang ke TPA. Semua bisa selesai di desa, seperti yang kami lakukan,” tandasnya.

Inovasi ini tak cuma soal pengelolaan lingkungan, tapi juga soal pemberdayaan masyarakat. Fuad membuktikan bahwa kepemimpinan desa yang visioner bisa membawa dampak riil. Sertifikat HAKI hanyalah awal, sebab visi Randupitu di tangan Fuad baru saja menyalakan mesin perubahan. (*)

Editor : SatokSB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *