Febri Irawan Darwis Hadiri Apel Siaga Sekolah Aman Bencana di Gempol, Angkat Suara untuk Anak Indonesia
Pasuruan, Suarabangilmedia.com— Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, tokoh muda Pasuruan Febri Irawan Darwis yang juga seorang Politisi Anggota Dewan Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan hadir langsung dalam kegiatan Apel Siaga Satuan Pendidikan Aman Bencana yang digelar di Taman Lumbung Pangan Nusantara, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Rabu (23/7/2025). Mengusung tema “Sejuta Ekspresi Anak Indonesia”, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan edukasi penting bagi generasi penerus bangsa.
Dalam apel siaga tersebut, Febri tampak antusias menyaksikan kesiapan para pelajar menghadapi potensi bencana. Ia juga menyampaikan pesan kuat soal pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang tangguh, aman, dan ramah anak. “Anak-anak kita harus tumbuh dalam suasana yang aman, tapi juga kreatif dan produktif. Ini tugas kita bersama,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi. Puluhan siswa dari berbagai sekolah Usia Dini mengikuti lomba mewarnai Dongeng dan Fun game bertema kebencanaan dan cinta lingkungan. Antusiasme mereka menjadi bukti bahwa edukasi kebencanaan bisa dikemas menyenangkan tanpa kehilangan esensi.

Momentum penting juga hadir lewat Launching Perpustakaan Desa Satria Majura, sebuah inisiatif kolaboratif antara warga, pemuda desa, dan pegiat literasi. Febri menyambut baik hadirnya fasilitas ini. Menurutnya, perpustakaan bukan hanya tempat baca, tapi pusat penguatan karakter anak. “Literasi adalah pondasi. Anak cerdas bukan hanya dari nilai akademik, tapi juga karena terbiasa membaca dan berpikir kritis,” ujarnya.
Tak ketinggalan, panggung seni tradisional menjadi penutup meriah di kegiatan ini. Anak-anak dari sanggar lokal menampilkan tari-tarian daerah, musik tradisional, hingga puisi bertema semangat kebhinekaan. Febri tampak terharu saat menyaksikan performa anak-anak yang penuh percaya diri.
“Ekspresi anak harus dirayakan. Biarkan mereka tumbuh dengan penuh cinta, seni, dan kesadaran akan pentingnya menjaga diri serta lingkungan,” tambah Febri. Ia juga mengapresiasi peran orang tua, guru, dan relawan yang telah menciptakan kegiatan penuh makna tersebut.

Acara ini sekaligus jadi pengingat bahwa pendidikan tanggap bencana harus ditanamkan sejak dini, bukan hanya teori di kelas, tetapi lewat praktik, permainan, dan seni. Semua itu berpadu dalam semangat Hari Anak Nasional yang inklusif dan membumi.
Dengan kehadiran sosok muda seperti Febri Irawan Darwis yang aktif di lapangan, harapan besar muncul bahwa isu-isu perlindungan anak, literasi, dan mitigasi bencana tak hanya jadi agenda seremonial, tapi benar-benar menyentuh kehidupan anak-anak di desa hingga kota. (ZackSB)