Pemilihan Ketua Karang Taruna Kecamatan Bangil: Momentum Kebangkitan Pemuda Pasuruan
Bangil, suarabangilmedia.com— Di tengah semangat membara untuk membangun daerah dari bawah, para pemuda Kecamatan Bangil menunjukkan bahwa mereka tak ingin sekadar menjadi penonton. Melalui ajang demokrasi pemilihan Ketua Karang Taruna tingkat kecamatan, satu pesan jelas terdengar: saatnya pemuda mengambil peran nyata dalam pembangunan Kecamatan Bangil.
Pendopo Kecamatan Bangil hari itu terasa istimewa. Bukan hanya karena hadirnya tokoh-tokoh muda dan aparat pemerintahan, tapi karena atmosfer kebersamaan dan harapan yang menyatu dalam satu tujuan: menjadikan Karang Taruna sebagai lokomotif perubahan sosial.

M. Rosul, pemuda visioner dari salah satu kelurahan di Bangil, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Bangil. Mendampinginya, M. Ali Reza dipercaya menjadi Sekretaris, mengokohkan duet yang diharapkan membawa angin segar dalam pemberdayaan pemuda.
Kegiatan ini juga menjadi panggung awal pembukaan reses anggota DPRD, di mana Camat Bangil, yang turut hadir membuka acara, menegaskan pentingnya sinergi antara Karang Taruna dan pemerintah. “Karang Taruna bukan hanya mitra sosial, tapi mitra strategis dalam menyerap aspirasi rakyat,” ujarnya lugas.
Salah satu sorotan datang dari Mas Febri, tokoh muda yang dikenal konsisten menyuarakan peran aktif pemuda. Dalam pidatonya yang memikat, ia berkata tegas, “Pemuda jangan jadi penonton di rumah sendiri. Karang Taruna harus menjadi penggerak pembangunan, bukan sekadar penggembira.”
Ia pun mengajak seluruh elemen Karang Taruna untuk berani melangkah ke arah digitalisasi organisasi—mewujudkan E-Katalog UMKM, membangun jejaring wirausaha muda, dan memperkuat posisi pemuda dalam mewujudkan Pasuruan Cerdas. Semuanya merupakan bagian dari ekosistem besar yang menempatkan pemuda sebagai pelaku utama ekonomi sosial dan ekonomi hijau yang inklusif.
Lebih dari sekadar pidato, semangat ini juga tercermin dalam kebijakan-kebijakan kreatif seperti dukungan terhadap kegiatan Car Free Day (CFD) yang terbukti mampu menggairahkan UMKM lokal. Camat Bangil menyebut CFD sebagai contoh konkret bahwa ruang-ruang publik bisa menjadi panggung ekspresi dan penguatan ekonomi kerakyatan—di mana Karang Taruna seharusnya menjadi pelaksana utama.
M. Rosul, dalam sambutannya sebagai Ketua terpilih, menyampaikan pesan sarat makna. “Tahan dengan prosesnya, kompak dengan langkahnya, dan yakinlah—semua bisa kita wujudkan bersama. Impian besar itu butuh keberanian untuk melangkah,” ucapnya mantap.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab terbuka, membahas progres Karang Taruna dari masing-masing desa dan kelurahan. Dari dialog itu muncul beragam keluhan, tantangan, hingga inisiatif lokal yang layak ditumbuhkan. Sebagian besar berharap adanya pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor agar ide-ide kreatif pemuda tak kandas di tengah keterbatasan anggaran.
Kebangkitan Karang Taruna di Kecamatan Bangil bukan sekadar seremonial. Ini adalah awal dari sebuah gerakan baru—yang digerakkan oleh kreativitas, diperkuat oleh inovasi, dan dipandu oleh semangat kemandirian. Bahwa pemuda bisa, bukan hanya jika diberi ruang, tapi ketika mereka berani mengambilnya.
Editor : Reza SB