Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Festival Olahraga Tradisional Pasuruan 2025, Warisan Budaya yang Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman

0
WhatsApp Image 2025-08-24 at 12.11.55

BANGIL, Suarabangilmedia.com – Gelaran Festival Olahraga Tradisional Kabupaten Pasuruan 2025 berlangsung meriah di Stadion R. Sodrasono Pogar, Sabtu (23/8). Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo bersama Ketua KORMI Kabupaten Pasuruan drg Merita Rusdi Sutejo tampak antusias menyaksikan aksi para pegiat olahraga tradisional dari berbagai kecamatan.

Ajang yang diprakarsai Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pasuruan ini menampilkan cabang terompah panjang dan egrang, baik putra maupun putri. Pertandingan berlangsung seru. Ada peserta yang jatuh, bangkit, bahkan sampai lecet, tetapi semangat juang mereka tak pernah surut.

Bupati Rusdi menyebut festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pelestarian warisan budaya bangsa. “Olahraga tradisional jangan sampai hilang ditelan zaman. Tim-tim juara akan kita ikutkan FORDA Jatim maupun FORNAS. Yang saya lihat, semangat para pegiat ini luar biasa,” ujarnya.

Hasilnya, Kecamatan Lumbang tampil dominan dan berhasil keluar sebagai juara umum. Tim putra dan putri mereka menguasai cabang egrang dan terompah panjang. Disusul oleh kecamatan lain seperti Purwodadi, Nguling, Tosari, dan Gondangwetan yang juga menorehkan prestasi.

Sementara itu, Ketua KORMI drg Merita Rusdi Sutejo menegaskan festival ini adalah wujud nyata menjaga warisan budaya. “Olahraga tradisional adalah identitas bangsa. Jangan sampai kita tinggalkan, karena di level Jatim bahkan nasional, cabang-cabang ini jadi andalan Kabupaten Pasuruan,” tegasnya.

Menariknya, di hari yang sama, suasana Bangil juga diwarnai karnaval akbar dalam rangka HUT RI ke-80. Salah satunya datang dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Abdussalam. Berbeda dengan peserta lain, mereka menampilkan teatrikal permainan tradisional seperti loncatan, dakon, bakiak, rangku alu, hingga cublak-cublak suweng. Aksi kreatif itu berjalan dari Pendopo Alun-alun Bangil hingga finish di Hotel Amanah.

Kepala Madrasah, Bu Alifa, menyampaikan bahwa penampilan tersebut membawa misi khusus. “Kami ingin mengenalkan budaya dolanan sebagai bagian dari semangat mengisi kemerdekaan. Permainan tradisional jangan sampai tergerus perkembangan teknologi. Kami ingin tampil beda, bukan sekadar fashion show, tetapi menghadirkan nilai budaya yang jarang ditampilkan,” ungkapnya.

Sepanjang rute, masyarakat yang menonton dibuat terpukau. Banyak orang tua bahkan terlihat bercerita kepada anak dan cucunya bahwa itulah permainan di masa lalu. Dengan iringan lagu dolanan, karnaval MI Abdussalam memberi warna edukatif sekaligus menghibur.

Kombinasi festival olahraga tradisional dan karnaval permainan rakyat ini semakin menegaskan pesan besar: menjaga warisan budaya, merawat identitas, serta menguatkan karakter bangsa di tengah derasnya arus modernisasi. (Santok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami