Olimpiade Ma’arif 2025 Siap Digelar, Ribuan Pelajar NU Akan Adu Prestasi di Pasuruan
Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Menjelang peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pasuruan menyiapkan hajatan besar: Olimpiade Ma’arif 2025. Ajang ini akan digelar di Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/9/2025), dan diperkirakan bakal menyedot antusiasme ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan, Ahmad Farid, menegaskan bahwa olimpiade ini bukan sekadar lomba pelajaran.
“Olimpiade ini menjadi wahana bagi siswa Ma’arif untuk mengukur kompetensi sekaligus memperkuat pemahaman Aswaja. Kami ingin generasi muda NU tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakar pada nilai-nilai keagamaan,” ujar Farid.
Farid yang juga dosen UNU Pasuruan menambahkan, Olimpiade Ma’arif dirancang untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi siswa. “Kami dorong anak-anak untuk berpikir kritis dan melahirkan ide-ide baru. Jadi bukan hanya menghafal, tapi mengasah kecerdasan sekaligus karakter,” tegasnya.
Ruang kompetisi pun dibuat berlapis sesuai jenjang. Tingkat SD/MI akan bertanding di bidang Matematika, IPA, dan Aswaja. Untuk SMP/MTs, cabang yang diperlombakan sama. Sedangkan tingkat SMA/MA/SMK akan fokus pada Matematika dan Aswaja. Adapun Madrasah Diniyah Ula menguji kemampuan siswa di bidang Aswaja, Tarikh, dan Nahwu.
Pendaftaran peserta sudah dibuka dan akan ditutup pada 13 September 2025. Tidak dipungut biaya alias gratis. Panitia juga menyediakan akses kisi-kisi dan pendaftaran melalui tautan resmi: s.id/OlimpiadeMaarif.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah bergengsi: piagam, trophy, dan uang pembinaan bagi juara I–III. Sementara juara harapan akan mendapat piagam dan trophy. Seluruh peserta pun dijamin memperoleh sertifikat partisipasi.
Dengan Olimpiade Ma’arif ini, LP Ma’arif NU Kabupaten Pasuruan berharap dapat mencetak generasi unggul yang berprestasi, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman.
“Harlah ke-96 ini momentum untuk meneguhkan peran pendidikan Ma’arif. Kami ingin anak-anak NU tampil percaya diri sebagai penerus bangsa,” pungkas Farid. (Alrez)