Sarasehan Kebangsaan di Kota Pasuruan: Mas Adi Ajak Warga ‘Jogo Kuto’, Gus Ammak Tekankan Persatuan
PASURUAN, Suarabangilmedia.com – Gelombang demonstrasi yang kerap berujung kerusuhan di sejumlah daerah, dijawab berbeda oleh Pemerintah Kota Pasuruan. Bukannya mengerahkan aparat, justru ruang dialog dibuka lebar melalui Sarasehan Kebangsaan di halaman Gedung Harmoni, Minggu (7/9).
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini menghadirkan beragam elemen masyarakat: purnawirawan, pengemudi ojek online, tokoh masyarakat, lurah, camat, perwakilan ormas hingga budayawan. Turut hadir pula Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, Dandim 0819 Letkol Inf Boga Bramiko, serta Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin S.
Selama satu jam, peserta diajak menyelami nilai kebangsaan lewat pemutaran pidato proklamator Ir. Soekarno dan Presiden Prabowo Subianto. Mereka juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti Indonesia Raya dan Padamu Negeri, ditutup doa bersama untuk keselamatan bangsa.
Dalam sambutannya, Mas Adi –sapaan akrab Wali Kota– menegaskan pentingnya menjaga ketenangan sosial di tengah gempuran informasi hoaks.
“Ayo jogo kuto Pasuruan. Iki omahe dewe, kudu dijogo ben aman lan nyaman. Jangan mudah terprovokasi berita di medsos. Aspirasi boleh disampaikan, tapi jangan dengan cara anarkis,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Pasuruan, H. Muhammad Nailur Rohman (Gus Ammak) menekankan perlunya sikap saling merangkul di tengah perbedaan.
“Yang kaya membantu yang miskin, yang miskin tidak memaksakan di luar kemampuannya, dan pejabat wajib mendengarkan keluh kesah rakyat. Empati adalah kunci menjaga harmoni,” ujarnya.
Sarasehan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Kota Pasuruan memilih jalur dialog, persatuan, dan kebersamaan, bukan jalan anarkis. Pemerintah, ulama, dan masyarakat bersatu padu menjaga stabilitas demi terwujudnya kota yang aman, nyaman, dan berdaya saing. (*)