Remmic Pasuruan Bangkit, Klub BMX Kota Ini Terus Cetak Atlet Muda
PASURUAN, Suarabangilmedia.com– BMX terus menjadi olahraga favorit di Pasuruan. Di balik GOR Untung Suropati, para rider kini rutin berlatih di sirkuit sepanjang hampir 300 meter, yang memanfaatkan lahan kosong sebagai arena berlatih dan berkompetisi.
Klub yang aktif menggunakan sirkuit ini adalah Remmic (Remaja Minicross) Pasuruan, yang memiliki ratusan anggota dan juga membina atlet usia dini. Ketua Remmic Pasuruan, Abdul Basid, berharap para rider bisa berkembang menjadi atlet profesional, mengingat peluang mengikuti event Porprov, PON, hingga Olimpiade mulai terbuka.
Catur Yudho Nugroho, humas Remmic, menjelaskan bahwa sejak aktif kembali selama setahun terakhir, banyak anak-anak usia dini bergabung. Awalnya mereka hanya berkumpul dan gowes bersama, namun berkat bantuan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) serta DPRD Kota Pasuruan, lahan di belakang GOR diubah menjadi sirkuit dengan rintangan.
“Hingga semakin banyak rider yang bergabung dan kami rutin latihan bersama. Banyak bibit potensial yang bisa berkembang,” ujar Catur.
Selain latihan rutin setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu sore, klub juga menggelar event dan promosi kepada masyarakat. Kegiatan ini biasanya didanai sponsor atau donatur, dan atlet dibagi berdasarkan usia: dari anak-anak, remaja, hingga kategori master (usia 30 tahun ke atas).
“Di hari-hari besar nasional, kami sering riding bersama dan mengenalkan BMX ke masyarakat. Karena itu, hampir tiap pekan ada anggota baru, termasuk dari luar Pasuruan,” tambah Catur.
Disparpora memang memfasilitasi klub BMX seperti Remmic. Lahan di belakang GOR, yang merupakan aset pemkot, dipinjam pakai oleh ISSI hingga akhir tahun, dan digunakan untuk arena sirkuit. Kepala Disparpora Kota Pasuruan, Dyah Ermitasari, melalui Kabid Olahraga Dicky Yudho, menegaskan pinjam pakai ini bisa diperpanjang jika dibutuhkan.
“Dipinjam pakai oleh ISSI untuk klub BMX, yang membuat arenanya mereka sendiri. Pinjam pakai sampai akhir tahun. Bisa diperpanjang jika memang dibutuhkan,” jelas Dicky.
Lahan kosong ini sebelumnya direncanakan untuk pembangunan kolam renang. Namun, wacana tersebut dipastikan belum bisa terwujud tahun depan karena lahan masih digunakan sebagai sirkuit. Pemkot juga tidak menyiapkan anggaran pemeliharaan karena masih merupakan lahan kosong; anggaran hanya diperuntukkan fasilitas olahraga permanen seperti stadion dan GOR.
“Belum ada pembicaraan lanjutan untuk kolam renang atau fasilitas lain, apalagi pembangunan fisiknya juga dikurangi saat ini,” pungkas Dicky. (*)