Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Wakil Bupati Pasuruan Apresiasi Santri Dalwa dalam Seminar Hari Santri Nasional

titled

Pasuruan, SuaraBangilMedia.com – Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menghadiri seminar Hari Santri Nasional 2025 yang digelar oleh Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa). Seminar bertajuk “Santri Intelektual: Menjaga Tradisi dan Mengukir Inovasi” ini diikuti ribuan santri serta tamu kehormatan, termasuk Wakil Ketua Umum PBNU, Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa, dan Assoc. Prof. Dr. Al-Habib Zainal Abidin, M.Pd., CIRK.CIQaR, CIE, Direktur Pascasarjana UII Dalwa.

Dalam sambutannya, Gus Shobih menyampaikan apresiasi terhadap peran Dalwa dalam memperkuat identitas Pasuruan sebagai kota santri. “Saya melihat santri Dalwa di mana-mana. Pasuruan ini benar-benar hidup dengan semangat santri,” ujarnya.

Gus Shobih menilai seminar ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan eksistensi santri sebagai pilar intelektual bangsa, terutama menghadapi tantangan era digital dan menurunnya citra santri di ruang publik. “Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah refleksi dan penguatan nilai-nilai tradisi pesantren yang berakar pada keilmuan dan akhlakul karimah,” tambahnya.

Sebelum membuka seminar, Zainal Abidin menyoroti kekuatan spiritual dan ketaatan santri kepada kyai sebagai fondasi utama dinamika pesantren. Ia menekankan bahwa perintah seorang kyai dijalankan oleh santri dengan disiplin tinggi, berbeda dengan perintah biasa yang kadang sulit terlaksana. “Ini kekuatan kita; ketaatan dan disiplin santri menjadi fondasi keberhasilan pesantren,” jelasnya.

Di sesi utama, KH. Zulfa Mustofa menegaskan bahwa santri masa kini harus berperan sebagai intelektual yang mampu menjaga tradisi sekaligus berinovasi. Menurutnya, tradisi keislaman tidak boleh terlepas dari semangat pembaruan yang kreatif dan produktif. “Menjaga tradisi diwujudkan melalui semangat belajar dan berakhlak mulia. Itu anugerah paling indah untuk seorang santri,” ujarnya.

KH. Zulfa juga memperkenalkan konsep Helicopter View, yakni kemampuan berpikir luas dan strategis dalam memahami realitas zaman, berbeda dari Scooter View yang sempit. Dengan kemampuan ini, santri di era modern dapat tetap relevan dan ideal dalam perannya.

Menariknya, KH. Zulfa menjadikan Pondok Pesantren Dalwa sebagai contoh nyata inovasi pesantren modern yang tetap berpegang pada nilai-nilai tradisi. “Dalwa kini menjadi contoh pesantren yang indah, terawat, dan modern—bahkan dianggap seperti hotel. Ini bukti bahwa santri bisa berinovasi tanpa meninggalkan akar pesantren,” tegasnya.

Seminar ini menjadi bukti bahwa santri Pasuruan tidak hanya menjaga tradisi keilmuan, tetapi juga mampu berinovasi dan berperan sebagai intelektual bangsa yang relevan di era modern. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami