Antisipasi Longsor di Musim Hujan, Tebing Tol Gempol–Pandaan Mulai Diperkuat
Pasuruan, Suarabangilmedia.com – Kewaspadaan terhadap bencana longsor di musim hujan tak hanya menyasar kawasan perbukitan. Infrastruktur besar seperti jalan tol juga mulai meningkatkan kesiagaan, termasuk di ruas Tol Gempol–Pandaan (Gempan). Penguatan tebing di sejumlah titik kini dilakukan demi menjaga keamanan pengguna jalan.
Pengamatan di lokasi Km 51+600 B arah Malang–Surabaya, tepatnya di Desa Randupitu, Gempol, menunjukkan aktivitas konstruksi tengah berlangsung. Tebing di sisi tol tampak dibenahi dan diperkuat menggunakan berbagai metode stabilisasi lereng.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan operasional jalan tol, sekaligus meminimalkan risiko gangguan akibat longsor. Penguatan struktur lereng menjadi prioritas karena intensitas hujan belakangan makin tinggi dan potensi pergerakan tanah meningkat.
Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT), Netty Renova, menegaskan bahwa program penguatan ini bertujuan memberi perlindungan maksimal bagi pengguna jalan. Ia menyebut upaya ini penting untuk mencegah munculnya material yang berpotensi jatuh ke badan jalan.
“Melalui program perkuatan tebing ini, kami memastikan potensi gangguan seperti longsor, pergerakan tanah, maupun material jatuh ke badan jalan dapat diminimalisir,” ujar Netty.
Meski pekerjaan berlangsung, pihak tol memastikan aktivitas tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas. Seluruh proses konstruksi dikerjakan di luar jalur aktif sehingga kendaraan dapat melintas normal dari segala arah.
Netty menambahkan, sejumlah langkah mitigasi sudah disiapkan. Petugas juga dikerahkan agar pengguna jalan tetap nyaman selama pekerjaan berlangsung. “Selama masa pekerjaan, kami telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Petugas kami siaga di lapangan,” tuturnya.
Pekerjaan fisik penguatan tebing ini dimulai awal November dan akan dihentikan sementara pada 15 Desember 2025 untuk fokus masa Natal dan Tahun Baru (Nataru). Setelah periode itu selesai, pengerjaan akan dilanjutkan kembali.
Antisipasi ini bukan tanpa alasan. Pada tahun 2020, tepatnya akhir Februari, lokasi di Km 51 pernah mengalami longsor setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Gempol, termasuk Desa Randupitu. Kejadian itu menjadi pengingat pentingnya stabilisasi lereng agar insiden serupa tak terulang. (*)