Pekan Raya Santri 2025 Semakin Semarak, Puluhan Tim Ikuti Lomba Paduan Suara Nadzom Aqidatul Awam di Grati
PASURUAN, Suarabangilmedia.com – Semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Pasuruan masih terus bergema. Salah satu rangkaian acaranya adalah Lomba Paduan Suara Nadzom Aqidatul Awam, yang digelar di Lapangan Achmad Yani, Grati, Sabtu (1/11/2025).
Sebanyak puluhan tim dari 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan tampil penuh semangat, melantunkan syair nadzom dengan irama khas pesantren. Suasana lapangan pun berubah menjadi ajang syiar keagamaan yang sarat makna dan kebersamaan.
Ketua Panitia Hari Santri Nasional Kabupaten Pasuruan, Gus Nasih Nasor, mengatakan bahwa lomba ini digelar bukan sekadar untuk menampilkan seni suara, melainkan sebagai media dakwah dan pembelajaran akidah bagi generasi muda.
“Melalui lomba ini, kami ingin masyarakat — terutama anak-anak — bisa mengenal dan menghafalkan Aqidatul Awam sebagai dasar dalam mempelajari ilmu tauhid. Ini penting agar pondasi keimanan mereka kuat sejak dini,” ujar Gus Nasih.
Ia menambahkan, antusiasme peserta sangat luar biasa. Banyak di antara mereka adalah pelajar tingkat dasar dan menengah yang dengan penuh percaya diri melantunkan bait demi bait nadzom. “Saya turut bersyukur dan bangga. Mereka bukan hanya tampil indah, tapi juga memahami makna di balik syair yang mereka nyanyikan,” tambahnya.
Penilaian lomba sendiri tidak hanya berfokus pada kemampuan vokal, tetapi juga mencakup aspek kelancaran hafalan, ketepatan langgam, adab di atas panggung, hingga keseragaman kostum. Semua itu menjadi bagian penting dari nilai-nilai kedisiplinan yang diajarkan dalam dunia pesantren.
“Aqidatul Awam berarti akidah untuk orang-orang awam, namun justru dari sinilah dasar ilmu tauhid dibangun. Kami ingin generasi muda bisa belajar akidah dengan cara yang menyenangkan — melalui lagu, kebersamaan, dan semangat Hari Santri,” terang Gus Nasih.
Gelaran lomba ini menjadi bagian dari Pekan Raya Santri 2025, yang menghadirkan beragam kegiatan keagamaan, edukatif, dan budaya Islami. Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama para ulama dan santri berharap momentum ini dapat memperkuat nilai-nilai keislaman serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat di bumi Sakera.