DPD TMI Pasuruan Raya Gelar Rapat Koordinasi Evaluasi Program 2025 dan Kawal Program Presiden Prabowo Subianto
Pasuruan, suarabangilmedia.com – Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Pasuruan Raya menggelar rapat koordinasi evaluasi program tahun 2025 sebagai bentuk konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran TMI dalam mengawal dan mendukung program strategis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD TMI Pasuruan Raya, H. Winaryo Sujoko, dan dihadiri jajaran pengurus serta perwakilan petani.
Dalam sambutannya, H. Winaryo Sujoko menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memastikan program pemerintah pusat, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan ketahanan pangan, dapat berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh petani di tingkat bawah. Evaluasi program 2025 menjadi langkah penting untuk memperbaiki, menyempurnakan, serta menyelaraskan gerak organisasi dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Salah satu poin utama yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut adalah pembentukan pengurus DPK (Dewan Pimpinan Kecamatan). H. Winaryo Sujoko menekankan bahwa penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan sangat penting agar program TMI dapat berjalan efektif, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Dengan terbentuknya pengurus DPK, diharapkan aspirasi petani di tingkat bawah dapat terserap dengan baik serta mempermudah pendampingan dan pengawalan program pemerintah.
Agenda berikutnya adalah pembahasan program suplai jagung sebagai pakan sapi perah. Program ini dinilai strategis untuk mendukung sektor peternakan rakyat, khususnya peternak sapi perah di Pasuruan Raya. Jagung sebagai bahan pakan diharapkan mampu menekan biaya produksi peternak, meningkatkan kualitas pakan, serta berdampak langsung pada peningkatan produksi susu. TMI Pasuruan Raya berkomitmen menjembatani petani jagung dan peternak sapi perah agar tercipta ekosistem pertanian dan peternakan yang saling menguatkan.

Selain itu, rapat juga menyoroti pemanfaatan kohe (kotoran hewan) menjadi pupuk organik. Program ini sejalan dengan konsep pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kohe yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal, diharapkan dapat diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomis, mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, serta meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Tidak kalah penting, pembahasan mengenai combain dan alsintan (alat dan mesin pertanian) turut menjadi perhatian. Pengadaan dan optimalisasi penggunaan alsintan dinilai sangat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, dan mempercepat proses tanam hingga panen. DPD TMI Pasuruan Raya berkomitmen untuk terus mengawal distribusi dan pemanfaatan alsintan agar tepat guna dan tepat sasaran.
Menutup rapat koordinasi, H. Winaryo Sujoko menegaskan komitmen DPD TMI Pasuruan Raya untuk terus solid, konsisten, dan aktif mengawal program Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap sinergi antara petani, organisasi TMI, dan pemerintah dapat semakin kuat demi terwujudnya ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan kemandirian bangsa di sektor pertanian.(*)