Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Bunga Seruni dari Tutur, Krisan Andalan Pasuruan yang Menyebar ke Nusantara

WhatsApp Image 2026-01-20 at 17.33.16

TUTUR, Suarabangilmedia.com – Dunia bunga menyimpan keragaman yang nyaris tak terbatas. Namun, di antara sekian banyak jenis, ada satu bunga yang dikenal luas dengan sebutan Bunga Seruni atau Queen of the East. Bunga itu adalah krisan.

Di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, krisan bukan sekadar tanaman hias. Bunga ini telah menjadi kebanggaan warga, bahkan melahirkan Kampung Bunga Krisan yang terletak di Dusun Kadipaten, Desa Tutur.

Salah satu petani krisan setempat, Sudartono, mengelola lahan lebih dari 1 hektare yang ditanami sekitar 700 ribu batang krisan dengan beragam varietas dan warna. Menariknya, bunga-bunga tersebut dipanen setiap hari.

“Selalu panen setiap hari. Sesuai slogan kami, tiada hari tanpa bunga merekah,” ujar Sudartono saat ditemui di kebunnya, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, produksi bunga krisan di Tutur tergolong stabil. Permintaan pasar terus mengalir, baik dari daerah sekitar hingga luar Jawa.

“Kirimannya ke Malang, Batu, Surabaya, Jakarta sampai Bali,” imbuhnya.

Di kebun miliknya, sedikitnya terdapat 30 varietas bunga krisan yang ditanam. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan selera pasar yang beragam, baik dari segi warna maupun bentuk bunga.

Untuk harga jual, Sudartono memasarkan krisan dalam bentuk ikatan. Setiap ikat dijual dengan harga Rp 16 ribu, tanpa membedakan jenis varietas.

“Harganya sama semua, Rp 16 ribu per ikat. Dalam sehari bisa terjual sekitar 500 sampai 1.000 ikat,” jelasnya.

Dalam proses budidaya, krisan membutuhkan perhatian khusus. Mulai dari pemilihan media tanam, pemupukan, hingga pengaturan jarak tanam harus dilakukan dengan tepat.

“Merawatnya juga harus lembut, karena ini bunga. Warnanya cantik-cantik, jadi perlakuannya tidak boleh sembarangan,” terangnya.

Selain sebagai petani, Sudartono juga menjabat Ketua Kelompok Tani Sido Rejo IV Dusun Kadipaten. Dalam menjalankan usahanya, ia dibantu 15 orang karyawan, mulai dari proses penanaman hingga pemasaran.

“Total ada 15 karyawan yang membantu. Alhamdulillah semuanya bekerja dengan sangat baik,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promo Iklan Hubungi Kami