Gotong Royong Warga Kebonsari Bangun Bendungan Darurat, Respons Cepat Hadapi Luapan Banjir
Gempol, suarabangilmedia.com – Luapan air yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi memicu banjir darurat di Dusun Kebonsari RT 01 RW 08, Desa Legok, Kecamatan Gempol, pada Jumat, 9 Januari 2026. Menghadapi kondisi tersebut, warga Dusun Kebonsari menunjukkan solidaritas dan kepedulian tinggi dengan melakukan gotong royong membangun bendungan darurat guna menahan dan mengurangi debit air yang terus meluap ke permukiman.
Kegiatan gotong royong ini berlangsung sejak sore hari dan melibatkan berbagai unsur penting di wilayah tersebut. Hadir langsung dalam kegiatan ini Babinsa Desa Legok, Sertu M. Mukhlas, Babinkamtibmas, Kepala Dusun Kebonsari Junaidi, serta puluhan warga yang bahu-membahu tanpa mengenal lelah. Dengan peralatan seadanya, warga bersama aparat TNI dan kepolisian membangun tanggul sementara dari karung pasir dan material darurat lainnya di titik-titik rawan luapan.

Kepala Dusun Kebonsari, Junaidi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga atas respons cepat yang ditunjukkan. Menurutnya, kekompakan warga menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh warga Dusun Kebonsari yang sigap dan peduli. Dengan pembuatan bendungan darurat ini, debit air bisa dikurangi sehingga dampak banjir tidak semakin meluas,” ujar Junaidi di sela kegiatan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Babinsa Desa Legok, Sertu M. Mukhlas. Ia menilai langkah cepat warga merupakan contoh kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Sebagai Babinsa, saya sangat mengapresiasi kesigapan warga dalam menghadapi banjir. Kerja bakti ini sangat membantu mengurangi dampak banjir besar. Terima kasih atas kerja sama dan semangat gotong royong yang luar biasa,” ungkapnya.
Peristiwa ini menjadi cerminan kuatnya solidaritas warga di tingkat dusun, sekaligus menjadi catatan penting bagi para pemangku kebijakan agar lebih responsif dan hadir di tengah masyarakat saat bencana terjadi. Gotong royong bukan hanya solusi sementara, tetapi juga bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup dan menjadi benteng pertama dalam menghadapi bencana alam. (Deddy)