June 4, 2026
Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.     Suara Bangil Media, Media Ibu Kota dari Bangil yang menyajikan berita terkini, kabar Pasuruan, informasi lokal, nasional, dan inspirasi masyarakat setiap hari.    

Penataan Pasar Wisata Cheng Hoo Dibahas Bersama Pedagang

0
IMG-20260122-WA0007


Pasuruan, suarabangilmedia.com – Penataan Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan mulai dibahas secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan langsung para pedagang. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag), puluhan pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo diajak duduk bersama dalam forum dialogis yang digelar pada Rabu (22/1/2026).


Forum tersebut menjadi wadah bagi para pedagang untuk menyampaikan keluhan, masukan, serta harapan terkait pemanfaatan dan penataan kawasan pasar wisata ke depan. Diskop UKM Perindag tidak hadir sendiri. Pemerintah daerah juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan agar setiap persoalan dapat dibahas secara menyeluruh dan langsung menemukan arah solusi.


Pantauan di lokasi menunjukkan, para pedagang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari penataan lapak, pengawasan saat hari ramai pengunjung, hingga persoalan parkir dan penerangan yang dinilai masih kurang di beberapa titik.


Salah satu perwakilan pedagang kaki lima (PKL), Kerto, menegaskan bahwa pedagang pada prinsipnya mendukung kebijakan penataan dan penertiban Pasar Wisata Cheng Hoo. Menurutnya, penataan justru menjadi harapan pedagang agar aktivitas jual beli berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman.


“Kalau kami siap saja untuk mendukung penertiban Pasar Cheng Hoo,” ujar Kerto di hadapan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran petugas pengawasan, terutama saat pasar ramai pengunjung pada akhir pekan. Menurutnya, pada hari Sabtu dan Minggu potensi pelanggaran meningkat, termasuk munculnya pedagang liar yang memanfaatkan keramaian.


“Kalau boleh memberi saran, perlu ada petugas di jam ramai pengunjung demi keamanan bersama. Lampu juga perlu ditambah karena masih ada titik-titik yang gelap. Selain itu, kami juga sudah tiga bulan belum membayar retribusi,” ungkapnya.
Masukan juga datang dari sektor perparkiran. Pramono, salah satu koordinator parkir Pasar Wisata Cheng Hoo, meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali ketersediaan lahan parkir apabila kawasan pasar direvitalisasi.
“Kalau Sabtu dan Minggu, parkir sudah tidak muat, sampai ‘muntah’,” katanya menggambarkan kondisi kepadatan kendaraan yang sering terjadi.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, mengapresiasi kesadaran pedagang yang justru mempertanyakan belum adanya penarikan retribusi selama tiga bulan terakhir.
“Ini pertanyaan yang menarik. Retribusi memang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat. Namun karena aturan belum siap, sementara ini belum kami tarik. Ini bukti bahwa pedagang memiliki kesadaran terhadap kewajibannya,” jelas Ghony.


Ghony menjelaskan, kegiatan dialog bersama ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Pasuruan usai melakukan kunjungan ke Pasar Wisata Cheng Hoo beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menerima sejumlah keluhan, salah satunya terkait keberadaan pedagang durian yang dinilai mengganggu citra kawasan wisata.
“Tujuan kita hari ini adalah memperbaiki agar Pasar Wisata Cheng Hoo kembali memiliki kesan baik di mata wisatawan. Kita cari solusi bersama supaya pasar ini semakin tertata dan semakin banyak dikunjungi,” terangnya.


Ia menegaskan, penataan harus dilakukan secara adil, baik bagi pedagang yang berada di dalam maupun di luar area pasar. Seluruh pedagang, menurutnya, merupakan bagian dari penggerak perekonomian Kabupaten Pasuruan.
“Cheng Hoo ini ikon Kabupaten Pasuruan. Kalau tertib, rapi, dan disiplin, dampaknya besar. Wisatawan nyaman, produk UKM dan IKM laku, PAD meningkat, dan kesejahteraan rakyat ikut terangkat,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, meminta pedagang untuk aktif melaporkan apabila menemukan lampu penerangan mati, parkir semrawut, atau kendala lainnya di area pasar.
“Kami siap menindaklanjuti. Kanal laporan sudah ada, dan bila bisa langsung diperbaiki, akan kami perbaiki saat itu juga,” tegasnya.


Sinergi antara pemerintah daerah dan pedagang ini diharapkan menjadi langkah awal penataan Pasar Wisata Cheng Hoo secara berkelanjutan. Dengan komunikasi terbuka dan komitmen bersama, Pasar Wisata Cheng Hoo diharapkan kembali menjadi destinasi unggulan yang tertib, nyaman, serta memberi dampak sosial dan ekonomi positif bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *