Sidak Jelang Ramadan, Pemkab Pasuruan Pastikan Stok Sembako Aman di Lima Pasar
PRIGEN, Suara Bangil Media — Menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang semakin dekat, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional. Melalui Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, inspeksi mendadak dilakukan di sejumlah pasar pada Minggu (15/2/2026).
Pasar Ngempit, Wonorejo, Purwosari, Sukorejo, dan Prigen menjadi lokasi pemantauan langsung. Kegiatan ini dipimpin Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony, bersama jajaran staf serta pengelola pasar setempat.
Tim meninjau berbagai komoditas penting mulai dari sembako, sayur mayur, hingga bahan pangan lainnya sambil berdialog dengan pedagang mengenai kondisi pasokan dan harga.
Menurut Taufikhul Ghony, langkah ini merupakan upaya antisipasi agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar selama bulan puasa.
“Kami ingin memastikan stok tersedia, harga masih stabil, dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok menjelang Ramadan,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan, persediaan bahan pangan dinilai masih mencukupi. Namun, aktivitas pembeli di pasar tradisional terpantau menurun dibanding hari biasa.
Penurunan tersebut, lanjutnya, diduga dipengaruhi perubahan perilaku belanja masyarakat yang kini banyak beralih ke platform daring.
“Kondisi ini hampir terjadi di semua pasar yang kami kunjungi. Persaingan dengan belanja online cukup terasa,” tambahnya.
Selain memantau harga dan stok, sidak juga bertujuan memastikan pengelolaan pasar berjalan sesuai ketentuan, termasuk penarikan retribusi. Hal ini penting karena realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pasar tahun 2025 belum memenuhi target.
Dari target sekitar Rp 5,78 miliar, pendapatan yang berhasil dihimpun hanya mencapai sekitar Rp 5,22 miliar atau sekitar 90,37 persen.
Sementara itu, Nanang, pedagang sembako di Pasar Prigen, menyebut kondisi barang dagangan secara umum masih aman dan harga relatif terkendali.
Ia hanya mencatat adanya keterlambatan distribusi beras dalam beberapa hari terakhir akibat meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.
“Barang lain aman, harga juga masih stabil. Hanya pasokan beras, baik premium maupun medium, sedikit terlambat karena permintaan sedang tinggi,” ujarnya.
Pemkab Pasuruan berharap pemantauan rutin ini mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan hingga Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran kelangkaan bahan pokok. (*)